Ruteng, infopertama.com – Pemerintah Kabupaten Manggarai, Nusa Tenggara Timur, terus memperkuat upaya pemulihan masyarakat pascagempa bumi magnitudo (M) 7,7 yang mengguncang wilayah Flores pada 15 Agustus 2026. Selain penanganan dampak fisik dan pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat terdampak, pemerintah daerah mulai memberikan perhatian serius terhadap kondisi psikologis, khususnya anak-anak yang masih mengalami trauma.
Hal tersebut disampaikan Bupati Manggarai Herybertus Geradus Laju Nabit dalam rapat perdana Pemerintah Kabupaten Manggarai pascagempa, yang digelar di Kantor Sementara Bupati Manggarai, Stadion Golo Dukal, Selasa (8/9/2026).
Dalam rapat tersebut, Bupati menegaskan bahwa proses pemulihan pascagempa membutuhkan keterlibatan berbagai unsur masyarakat. Tidak hanya pemerintah, tetapi juga organisasi kepemudaan, orang-orang muda lintas agama, komunitas, perguruan tinggi, dunia usaha dan kelompok masyarakat lainnya.
Salah satu langkah yang direncanakan adalah melibatkan organisasi kemahasiswaan seperti Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia (PMKRI) dan Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) dalam kegiatan pendampingan masyarakat terdampak, terutama untuk membantu mengatasi trauma pascagempa.
Bupati menilai organisasi kepemudaan dan mahasiswa memiliki potensi besar untuk mengambil bagian dalam proses pemulihan. Selain memiliki jaringan yang luas, mahasiswa juga dapat menjadi bagian dari gerakan sosial untuk memberikan pendampingan, edukasi kebencanaan, kegiatan sosial, serta menciptakan ruang interaksi yang positif bagi masyarakat dan anak-anak penyintas gempa.
Ikuti infopertama.com di Google Berita dan WhatsApp Chanel










