Pelibatan PMKRI dan GMNI menjadi salah satu bentuk partisipasi generasi muda dalam proses pemulihan tersebut. Selain organisasi mahasiswa, pemerintah juga mendorong keterlibatan komunitas, orang-orang muda lintas agama, perguruan tinggi, relawan dan dunia usaha melalui berbagai program sosial yang dapat mendukung pemulihan masyarakat.
Bupati menekankan pentingnya membangun kekuatan dari sumber daya yang tersedia di daerah. Menurutnya, penanganan dampak bencana harus menjadi gerakan bersama sehingga masyarakat tidak hanya menjadi penerima bantuan, tetapi juga terlibat aktif dalam proses pemulihan.
“Jadi kita perlu kembali melihat sumber daya yang kita punya. Kita hubungi dan libatkan semua pihak yang bisa bekerja sama dengan baik. Kita tidak ingin terus bergantung, tetapi membangun kekuatan bersama,” katanya.
Dengan kolaborasi tersebut, diharapkan proses pemulihan pascagempa dapat berjalan secara menyeluruh, baik dari sisi fisik, sosial maupun psikologis.
Khusus bagi anak-anak, pendampingan trauma diharapkan dapat membantu mereka kembali merasa aman dan perlahan berani kembali ke rumah serta menjalankan aktivitas pendidikan dan kehidupan sehari-hari.
Pemulihan pascagempa, dengan demikian, tidak hanya dimaknai sebagai upaya membangun kembali bangunan yang rusak, tetapi juga membangun kembali rasa aman, kepercayaan diri dan ketangguhan masyarakat Manggarai dalam menghadapi bencana di masa mendatang.
Ikuti infopertama.com di Google Berita dan WhatsApp Chanel









