Ruteng, infopertama.com – Penanganan pascabencana gempa bumi di Kabupaten Manggarai mencatatkan perkembangan baru, baik terkait dinamika penanganan pengungsi maupun data korban jiwa.
Seiring dengan intensitas gempa susulan yang terus melandai, jumlah warga yang bertahan di fasilitas pengungsian dilaporkan semakin berkurang drastis jika dibandingkan dengan fase-fase awal pascabencana.
Perkembangan terkini menunjukkan penurunan signifikan pada arus pengungsian. Pada hari-hari pertama setelah gempa, data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Manggarai mencatat jumlah pengungsi mencapai puncaknya di kisaran 62.000 jiwa akibat tingginya kepanikan warga yang memilih mendirikan tenda-tenda mandiri. Angka tersebut kemudian menyusut hingga berada di kisaran 22.000 jiwa setelah warga yang berada di tenda mandiri secara bertahap mulai kembali ke rumah masing-masing seiring membaiknya situasi.
Berdasarkan pemutakhiran data rekapitulasi per Senin (07/09/2026), jumlah pengungsi yang saat ini masih bertahan menyusut menjadi 12.585 jiwa yang tersebar di 36 titik posko penampungan.
Penurunan ini mencerminkan penyusutan hingga hampir 80 persen dari puncak pengungsian awal. Meski demikian, perhatian utama di 36 posko tersisa tetap diprioritaskan bagi 4.875 jiwa kelompok rentan, seperti lansia, anak-anak, ibu hamil, dan penyandang disabilitas yang memerlukan bantuan logistik serta layanan kesehatan intensif.
Di tengah melandainya arus pengungsian, duka kembali menyelimuti penanganan bencana setelah data korban meninggal dunia mencatatkan penambahan satu orang. Tambahan korban meninggal dunia tersebut atas nama Sofia Rinik, seorang perempuan berusia 58 tahun yang mengembuskan napas terakhir di posko pengungsian Rebuk, Desa Perak, Kecamatan Cibal. Almarhumah meninggal dunia saat menjalani pengungsian dengan riwayat penyakit bawaan berupa diabetes dan stroke. Penambahan ini menggenapi total korban jiwa meninggal dunia akibat dampak bencana gempa Manggarai menjadi 56 orang, memperbarui data daftar nama korban jiwa (BNBA) yang sebelumnya tercatat sebanyak 55 orang.
Ikuti infopertama.com di Google Berita dan WhatsApp Chanel












