Sementara itu, dinamika penanganan medis bagi korban luka-luka mencatat sebanyak 29 pasien luka berat saat ini masih menjalani perawatan inap di rumah sakit, meningkat dari data awal sebanyak 18 orang. Sebaliknya, jumlah korban luka ringan yang membutuhkan rawat jalan tercatat menyusut menjadi 4 orang dari sebelumnya 8 orang.
Di sektor infrastruktur dan pemukiman, pendataan mendalam mencatat total kerusakan fasilitas dan bangunan mencapai 23.713 unit. Kategori kerusakan terdiri atas 8.709 unit rusak ringan, 7.071 unit rusak sedang, dan 7.933 unit rusak berat. Sektor fasilitas masyarakat menjadi area terdampak terbesar dengan total 22.940 unit bangunan mengalami kerusakan. Selain itu, kerusakan juga melanda 362 gedung fasilitas pendidikan di bawah Dinas PPO, 186 unit fasilitas kesehatan, 114 tempat ibadah, 68 kantor fasilitas pemerintah, 18 sekolah di bawah Departemen Agama, 14 bangunan adat, serta 11 unit fasilitas umum.
Dengan situasi seismik yang makin kondusif dan terkendalinya titik penampungan di 36 posko, fokus satgas penanggulangan bencana kini diarahkan pada penguatan layanan kesehatan bagi kelompok rentan serta persiapan pemulihan fisik sarana publik dan hunian warga.
Ikuti infopertama.com di Google Berita dan WhatsApp Chanel











