Ruteng, infopertama.com – Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Manggarai terus melakukan penanganan terhadap infrastruktur jalan yang terdampak Gempa Bumi magnitudo (M) 7,7 yang mengguncang wilayah Flores pada 15 Agustus 2026.
Salah satu penanganan dilakukan di Kecamatan Reok Barat, tepatnya pada ruas jalan Sambi–Nanu di Kampung Golo Kukung, Desa Sambi. Dinas PUPR melakukan pembersihan dan penggusuran material yang mengganggu badan jalan sebagai upaya memulihkan akses masyarakat.
Pembersihan juga dilakukan pada ruas Lando–Wetok–Kukung. Penanganan tersebut dilakukan untuk memastikan akses transportasi dan konektivitas masyarakat tetap berjalan, terutama pada wilayah yang terdampak gempa.
Hal tersebut disampaikan Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Manggarai, Wilfridus Eduardus Elfrid Turuk, ST, dalam Rapat Perdana Pemerintah Kabupaten Manggarai pascagempa, yang berlangsung di Kantor Sementara Bupati Manggarai, Stadion Golo Dukal, Selasa (8/9/2026).
Dalam rapat tersebut, Wilfridus menjelaskan bahwa penanganan infrastruktur jalan dilakukan secara bertahap dengan menyesuaikan kondisi di lapangan dan tingkat kebutuhan masyarakat.
Selain pembersihan pada ruas Sambi–Nanu dan Lando–Wetok–Kukung, pekerjaan pada ruas Kajong–Wae Ncuring, tepatnya di Kampung Golo Kukung, Desa Sambi, Kecamatan Reok Barat, telah selesai dikerjakan.
Dengan selesainya pekerjaan tersebut, akses masyarakat di wilayah Golo Kukung diharapkan kembali lancar. Jalan tersebut menjadi salah satu akses penting bagi mobilitas warga, distribusi kebutuhan masyarakat, serta aktivitas sosial dan ekonomi.
Ikuti infopertama.com di Google Berita dan WhatsApp Chanel










