Rumah Rusak Tembus 22 Ribu, Sebagian Penyintas Gempa Terpaksa Pulang ke Rumah Rusak

Ruteng, infopertama.com – Pembaruan data penanganan dampak bencana di wilayah Kabupaten Manggarai mencatat eskalasi signifikan per 8 September 2026. Berdasarkan rekapitulasi data terpadu resmi pemerintah daerah dan tim satgas bencana, jumlah kerusakan rumah warga tercatat mencapai 22.940 unit, jauh melampaui total warga yang berada di pengungsian yakni sebanyak 12.563 jiwa.

Ketimpangan angka ini mengindikasikan bahwa sebagian besar penyintas memilih atau terpaksa tetap bertahan di bangunan rumah mereka yang terdampak dan mengalami kerusakan. Sementara itu, akumulasi korban meninggal dunia hingga kini telah mencapai 56 orang.

Korban meninggal dunia terbanyak terkonsentrasi di Kecamatan Reok dengan 25 jiwa, disusul Kecamatan Langke Rembong sebanyak 13 jiwa, serta Kecamatan Cibal sebanyak 6 jiwa. Sisanya tersebar di beberapa wilayah lain seperti Reok Barat sebanyak 4 jiwa, Cibal Barat 1 jiwa, Rahong Utara 1 jiwa, Ruteng 1 jiwa, dan Satar Mese 1 jiwa. Selain korban jiwa, tercatat sebanyak 29 warga mengalami luka berat dan harus mendapatkan perawatan inap intensif di rumah sakit, sementara 4 warga lainnya mengalami luka ringan dan menjalani rawat jalan.

Di sektor pengungsian, sebanyak 12.563 jiwa tercatat mengungsi dan tersebar di 36 posko pengungsian terpadu. Konsentrasi pengungsi terbesar berada di Kecamatan Cibal dengan 3.779 jiwa, disusul Cibal Barat dengan 3.205 jiwa, Wae Rii dengan 2.982 jiwa, Reok dengan 1.356 jiwa, Reok Barat dengan 1.108 jiwa, dan Lelak dengan 133 jiwa. Dari total warga yang mengungsi tersebut, terdapat 5.256 orang di antaranya merupakan kelompok rentan yang membutuhkan penanganan khusus, mencakup balita, ibu hamil, ibu menyusui, warga lanjut usia, anak-anak, hingga penyandang disabilitas.

Ikuti infopertama.com di Google Berita dan WhatsApp Chanel