Kerusakan fisik akibat bencana melanda total 23.713 unit bangunan di seluruh wilayah terdampak, yang mencakup 8.709 unit rusak ringan, 7.071 unit rusak sedang, dan 7.933 unit rusak berat. Sektor pemukiman warga menjadi yang paling terdampak masif dengan total 22.940 unit rumah rusak, rinciannya 8.500 unit rusak ringan, 6.806 unit rusak sedang, dan 7.634 unit rusak berat. Sebaran kerusakan rumah terbanyak berada di Kecamatan Langke Rembong sebanyak 3.254 unit, Cibal 3.007 unit, Ruteng 2.923 unit, dan Reok 2.790 unit.
Selain tempat tinggal, berbagai sarana publik dan infrastruktur daerah juga mengalami kerusakan parah. Sektor pendidikan mencatat total 380 fasilitas rusak, terbagi atas 362 fasilitas pendidikan di bawah Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga (63 rusak ringan, 139 rusak sedang, 160 rusak berat) serta 18 fasilitas pendidikan di bawah Departemen Agama (6 rusak ringan dan 12 rusak berat). Fasilitas kesehatan turut terdampak dengan total 186 unit bangunan rusak, mencakup 60 rusak ringan, 71 rusak sedang, dan 55 rusak berat yang tersebar pada unit polindes, poskesdes, puskesmas, pustu, hingga rumah sakit.
Kerusakan infrastruktur lainnya tercatat pada 114 unit tempat ibadah (70 rusak ringan, 7 rusak sedang, 37 rusak berat), 68 unit fasilitas pemerintah (8 rusak ringan, 35 rusak sedang, 25 rusak berat), 14 unit rumah atau fasilitas adat (2 rusak ringan, 7 rusak sedang, 5 rusak berat), serta 11 unit fasilitas umum (6 rusak sedang dan 5 rusak berat). Tim gabungan dari posko terpadu, pemerintah daerah, relawan, dan tenaga medis terus mengupayakan pemenuhan kebutuhan dasar di lokasi pengungsian, pemulihan layanan kesehatan, serta pendistribusian bantuan logistik secara bertahap ke seluruh wilayah terdampak.
Ikuti infopertama.com di Google Berita dan WhatsApp Chanel









