PEKAN VII PASKAH
Kamis, 2 Juni 2022
Bacaan: Kisah Para Rasul 22: 30; 23: 6-11; Yohanes 17: 20-26
Agar kita dapat hidup, kita amat membutuhkan keberanian. Dengan keberanian kita dapat menghadapi tantangan apa saja dalam hidup. Sebaliknya tanpa keberanian kita menjadi takut untuk melangkah maju dalam hidup. Tantangan akan menindas kita dan membuat kita tidak berdaya apabila kita tidak berani dan tidak memiliki keberanian.
Rasul Paulus memiliki keberanian yang luar biasa. Ketika ia diambil dari penjara, dengan lantang ia berbicara di hadapan Mahkamah Agama, katanya: ‘Hai saudara-saudaraku, aku adalah orang Farisi, keturunan orang Farisi; aku dihadapkan ke Mahkamah ini, karena aku mengharapkan kebangkitan orang mati.’ Ketika Paulus berkata demikian, timbullah perpecahan antara orang-orang Farisi dan orang-orang Saduki, dan terbagi-bagilah orang banyak itu. Sebab orang-orang Saduki mengatakan bahwa tidak ada kebangkitan, dan tidak ada malaikat atau roh, tetapi orang-orang Farisi mengakui kedua-duanya” (Kis 23: 6-8).
Karena terjadi keributan besar, kepala pasukan menjadi takut, kalau-kalau orang banyak itu mengoyak-ngoyak Paulus. Karena itu, ia memerintahkan pasukan supaya turun ke bawah dan mengambil Paulus dari tengah-tengah mereka, lalu membawanya ke markas. Pada malam berikutnya Tuhan datang berdiri di sisi Paulus dan berkata kepadanya: “Kuatkanlah hatimu, sebab sebagaimana engkau dengan berani telah bersaksi tentang Aku di Yerusalem, demikian jugalah hendaknya engkau pergi bersaksi di Roma” (Kis 23: 10-11).
Ikuti infopertama.com di Google Berita dan WhatsApp Chanel






