Apakah Kristus Sungguh Wafat Tiga Hari Tiga Malam?

“Seorang dari mereka, namanya Kleopas, menjawabNya: Adakah Engkau satu-satunya orang asing di Yerusalem, yang tidak tahu apa yang terjadi di situ pada hari-hari belakangan ini?…. Apa yang terjadi dengan Yesus orang Nazaret. Dia adalah seorang nabi, yang berkuasa dalam pekerjaan dan perkataan di hadapan Allah dan di depan seluruh bangsa kami. Tetapi imam-imam kepala dan pemimpin-pemimpin kami telah menyerahkan Dia untuk dihukum mati dan mereka telah menyalibkan-Nya. Padahal kami dahulu mengharapkan, bahwa Dialah yang datang untuk membebaskan bangsa Israel. Tetapi sementara itu telah lewat tiga hari, sejak semuanya itu terjadi” (Luk 24:18-21).[1]

Jadi penghitungannya demikian: Yesus wafat hari Jumat jam 3 siang sebelum hari Sabat yang dimulai Jumat jam 6 sore. Ini sudah dihitung 1 hari (hari pertama). Hari Sabat (dari Jumat sore sampai Sabtu sore) dihitung 1 hari (hari kedua). Dari hari Sabtu sore sampai hari keesokan harinya pagi-pagi benar ketika para wanita menemukan Yesus telah bangkit, dihitung 1 hari (hari ketiga).

Maka frasa “sesudah tiga hari” dan “sampai hari ketiga” sama artinya (lih. Mat 27:62-), demikian juga “pada hari ketiga” (te trite hemera) dan “setelah tiga hari” (meta treis hemeras), seperti terlihat dalam teks Mat 16:21 dan Mrk 8:31.

Jadi ‘tiga hari tiga malam’ SAMA artinya dengan ‘tiga hari’. Frasa serupa juga digunakan untuk menjabarkan lamanya Yesus berpuasa dalam Injil Matius, yaitu “empat puluh hari dan empat puluh malam” (Mat 4:2). Sedangkan pada perikop paralelnya di Injil Lukas, dikatakan bahwa Yesus berpuasa “empat puluh hari lamanya” (Luk 4:2).

Ikuti infopertama.com di Google Berita dan WhatsApp Chanel