Apakah Kristus Sungguh Wafat Tiga Hari Tiga Malam?

Ada juga perkiraan sejumlah orang bahwa Yesus wafat pada hari Rabu. Lalu dari hari Rabu ditambahkan 3×24 menjadi hari Sabtu sore atau Minggu dinihari. Tetapi ini malah tidak cocok dengan perkataan Yesus sendiri bahwa ia akan bangkit “pada hari ketiga” (Mat 16:21, 17:23; 20:19; Luk 9:22; 18:33), sebab dengan hipotesa perhitungan ini, maka Yesus bangkit pada hari yang ke-empat, atau malah kelima.

Mungkin bagi sejumlah orang, frasa ‘hari yang ketiga’, artinya berbeda dengan ‘sesudah tiga hari’, atau ‘tiga hari tiga malam’. Namun menurut pemahaman dan gaya bahasa Yahudi, ketiga frasa tersebut artinya sama saja. Ini kita ketahui dari Injil Matius:

“Keesokan harinya, yaitu sesudah hari persiapan, datanglah imam-imam kepala dan orang-orang Farisi bersama-sama menghadap Pilatus, dan mereka berkata: “Tuan, kami ingat, bahwa si penyesat itu sewaktu hidup-Nya berkata: Sesudah tiga hari Aku akan bangkit. Karena itu perintahkanlah untuk menjaga kubur itu sampai hari yang ketiga; jikalau tidak, murid-murid-Nya mungkin datang untuk mencuri Dia, lalu mengatakan kepada rakyat: Ia telah bangkit dari antara orang mati, sehingga penyesatan yang terakhir akan lebih buruk akibatnya dari pada yang pertama” (Mat 27:62-64).

Selain itu, bahwa hari yang ketiga itu jatuh pada hari pertama minggu (yaitu hari Minggu) disebutkan dalam kisah penampakan Yesus kepada dua murid-Nya ke Emaus. Disebutkan di sana, bahwa sore itu tetap masih “pada hari itu juga”. Karena itu, dapat disimpulkan bahwa penampakan Yesus itu terjadi pada hari yang sama dengan hari kebangkitan-Nya, yaitu hari pertama minggu itu, setelah lewat tiga hari dari kematian-Nya (lih. Luk 24:1,13,21). Demikian disebutkan dalam perikop itu:

Ikuti infopertama.com di Google Berita dan WhatsApp Chanel