Cepat, Lugas dan Berimbang
Religi  

Antara Rendah Hati dan Merendahkan Diri

Sikap dan perilaku seperti ini tidak hanya terjadi dalam relasi dan komunikasi dengan sesama, tetapi terutama dalam relasi dan komunikasi dengan Tuhan. Bila kita rendah hati di hadapan Tuhan, Tuhan “mengasihani” kita. Ia tidak membiarkan kita berjalan sendirian tanpa tumpuan atau pegangan, tetapi Ia memegang kita dengan ‘tangan-Nya yang kuat’. Apabila kira rendah hati, kita boleh ‘menyerahkan segala kekuatiran’ kepada-Nya, dan Ia akan ‘memelihara’ kita. Dengan cara itulah Tuhan meninggikan kita.

Inilah isi atau makna dari nasihat Rasul Petrus: “Rendahkanlah dirimu di bawah tangan Tuhan yang kuat, supaya pada waktunya kamu ditinggikan oleh-Nya” (1Ptr 5: 6).

Orang yang rendah hati dan merendahkan diri di hadapan Tuhan akan diangkat oleh Tuhan sendiri ke tempat yang tinggi pada mutu kehidupan yang luhur dan mulia atau pada muatan isi dan makna hidup yang berkenan kepada Tuhan dan sesama. Apabila kita sudah berada di tangan Tuhan, kita akan tetap menjadi orang yang berkenan, meskipun orang lain masih saja tetap meremehkan dan merendahkan kita dalam bentuk sikap dan perlakuan terhadap kita.

Doaku dan berkat Tuhan
Mgr Hubertus Leteng.

Ikuti infopertama.com di Google Berita dan WhatsApp Chanel 

 

PLN