Allah Sumber Kasih dan Keselamatan

(sekadar satu perenungan di awal Bulan Kitab Suci Nasional 2023)

“Oleh karena Cinta Kasih menyempurnakan segala sesuatu, melunakkan yang keras, meringankan yang berat, maka hendaknya kita berusaha agar segala-galanya timbul dari Cinta Kasih”
(St Arnoldus Janssen, 1837 – 1909, Pendiri SVD – SSpS – SSpSAp)

P. Kons Beo, SVD

Nampaknya kita mesti kembali pada takhta Kasih Allah sebagai sumber keselamatan. Itulah yang jadi spirit dan kekuatan Gereja dalam kehadiran dan perutusannya. “Allah adalah sumber Kasih” itulah permenungan mendalam dari Penulis Yohanes: “Saudara-saudaraku yang terkasih, marilah kita saling mengasihi, sebab kasih itu berasal dari Allah. Dan, setiap orang yang mengasihi, lahir dari Allah dan mengenal Allah” (1Yoh 7-8).

Allah yang kita imani sungguh adalah Allah Penuh Kasih. Dan Yesus, Putera Allah yang tunggal, hadir di tengah-tengah dunia dalam perutusan kasih yang sungguh menakjubkan. Dan Kasih itulah yang menjadi pilar dasar ilahi demi keselamatan semesta. Mari sejenak merenung kata-kata Penulis Yohanes, “Karena begitu besar Kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan AnakNYA yang tunggal. Supaya setiap orang yang percaya kepadaNya tidak binasa, melainkan beroleh hidup kekal” (Yoh 3:16).

Kasih dalam Yesus merajut kembali segala kisah kasih yang berantakan dan terputus. Dosa telah mencemarkan ‘romantisme kasih’ manusia terhadap sesama, alam semesta, dirinya sendiri dan juga terhadap Tuhannya. Dalam alam suramnya kasih itu, manusia menjadi asing dan terpental jauh dari ‘sumber kasih dan keselamatan’ yakni Allah sendiri.

Dalam Yesus, “Kesempurnaan Sabda dan Tindak Kasih Allah,” manusia dipanggil untuk kembali pulang ke hadirat takhta Kasih Allah. Kata-kata, tindakan, perbuatan dan kerinduan Allah dalam Yesus adalah Kasih yang menyelamatkan. Dalam Kasih ilahi, dosa dan ketidaksetiaan manusia, tidaklah menjadi alasan untuk kebinasaan. Allah, dalam Yesus, “datang untuk mencari dan menyelamatkan yang hilang” (Luk 19:10). Kasih dalam Yesus ‘tidak diperuntukkan bagi orang benar, tetapi orang berdosa, supaya mereka bertobat’ (cf Luk 5.32).

Ikuti infopertama.com di Google Berita dan WhatsApp Chanel