Lebih dari sekadar ritual mengganti pakaian jenazah, Ma’nene juga berperan sebagai sarana mempererat hubungan antar anggota keluarga dan menjaga keharmonisan komunitas.
Ketahui, dalam setiap tahapannya, mulai dari persiapan hingga pelaksanaan doa-doa adat, tradisi ini mengajarkan pentingnya menjaga nilai kekeluargaan, kebersamaan, serta penghormatan terhadap warisan leluhur. Karenanya, Ma’nene tidak hanya menjadi ritual sakral, tetapi juga identitas budaya yang terus dilestarikan oleh masyarakat Toraja hingga kini.
Daftar Pustaka
1. Fitria, A. E., Nisa, N. F., Nafitri, A. L., Maulida, M. N., Sugiantoro, S., & Setyawan, K. G. (2024). Pemaknaan Simbol dalam Tradisi Ma’nene di Daerah Toraja. Maharsi: Jurnal Pendidikan Sejarah dan Sosiologi, 6(3), 152-160.
2. Gunawan, R., & Merina, M. (2018). Tradisi Ma’Nene Sebagai Warisan Budaya Etnis Toraja. Candrasangkala: Jurnal Pendidikan dan Sejarah, 4(2), 107–115. http://dx.doi.org/10.30870/candrasangkala.v4i2.4527
3. Rismayanti, N. W., & Nusarastriya, G. S. (2020). Perubahan makna tradisi Ma’nene ditinjau dari keberagaman keyakinan masyarakat Toraja. Jurnal Administrasi, Bisnis, dan Inovasi (JABI), 2(2), 107–114.
4. Rismayanti Dan Yosaphat Haris Nusarastriya, 2020, Upacara Adat Pemakaman Mengenang Leluhur (Ma’ Nene) Di Toraja, Lembang Bululangkan Kecamatan Rinding Allo Toraja Utara, Jurnal Adat Dan Budaya, 2 (2), Hlm. 123.
Penulis, Mahasiswa kelas Antropologi B, Fakultas Psikologi UST Yogyakarta, antara lain:
1. Yuni Puji Hastuti (2023011064)
2. Vivin Nuraini Ayu Utami (2023011068)
3. Yusliva Irnanda (2023011079)
4. Narahita Radya Daneswara (2023011090)
Ikuti infopertama.com di Google Berita dan WhatsApp Chanel




