Tetapi Tuhan ingatkan para murid dan kita semua, kataNya “Supaya kalau tiba-tiba ia datang, jangan kamu didapatinya sedang tertidur” (Mrk 13:36). Apakah Tuhan pasti datang? IYA, TUHAN PASTI AKAN DATANG! Apa yang diperbuat oleh si tuan itu? Ia “meninggalkan rumahnya dan menyerahkan tanggungjawab kepada hamba-hambanya, masing-masing dengan tugasnya, dan memerintahkan penjaga pintu supaya berjaga-jaga” (Mrk 13:34). Mari kita merenung:
Si tuan pasti kembali ke rumah yang ditinggalkan. Ketika rumah itu sungguh di mana ‘hati dan seluruh dirinya berada.’ Ia kembali sungguh sebagai ‘tuan rumah’ dan bukan hadir sebagai orang asing yang tak dikenal oleh hamba-hambanya. Dia tetaplah tuan rumah yang merindukan rumahnya.
Si tuan itu pun merasa wajib untuk melihat sendiri apa saja yang telah diusahakan dan dikerjakan oleh para hamba berkenaan dengan tanggungjawab yang dipercayakan kepada mereka. Apakah para hamba itu sungguh menjalankan tanggungjawab itu? Atau kah mereka justru kedapatan ‘tidur dan tidak dalam keadaan berjaga-jaga?’
Tuhan pasti datang dan kembali untuk kita. Ada hal yang Tuhan ‘tinggalkan bagi kita sebagai jaminan.’ Itulah iman dan harapan. Kita diharapkan ‘berjaga-jaga dalam sukacita penuh harapan.’ Dalam sikap hati penuh kerinduan dalam penantian.
Gereja, kita semua menanti Tuhan dengan kekuatan hati ‘terjaga penuh kesabaran.’ Kata bahasa Latin untuk ‘menanti atau menunggu’ adalah attendere, yang selalu berarti “merentangkan diri ke depan.” Kita diharapkan menjadi Gereja, Umat Allah, pribadi-pribadi beriman yang attentif.
Ikuti infopertama.com di Google Berita dan WhatsApp Chanel





