Suara, Kata dan Bicara Dalam Hidup

Nasrudin membawa burung beo ke pasar. Temannya Nadus bertanya: “Apa yang sedang kau kerjakan?” “Aku sekarang berdagang beo di pasar,” jawab Nasrudin. “Apa beomu bisa bicara kah? “Oh tentu bisa. Jangankan bicara, menyanyi pun bisa.” Tegas Nasrudin. Seketika itu juga beonya menyanyi: “Balonku ada lima” “Wah, aku mau beli beo ini. Tetapi bila ada yang paling pintar, saya pasti beli, harga tidak masalah,” ujar Nadus sambil memberi kepingan uang emas kepada Nasrudin. Keesokan harinya Nasrudin mengantar beo yang pintar ke rumah Nadus. Tiga hari kemudian, Nadus marah-marah datang ke rumah Nasrudin. “Beo yang kau kirim, tidak mau bicara.” “Kan kamu minta beo yang paling pintar. Maka aku kirim kepadamu beo pemikir. Memang jarang ngomong dia. Yang suka ngomong itu justru bodoh” {Berita KESAN, Humor Sufi: Burung yang Pintar, Garut, 6/5/2022).

Kita butuhkan bukan hanya pintar pikir, tetapi juga pintar bicara. Berpikir dan berbicara harus seimbang.

Doaku dan berkat Tuhan
Mgr Hubertus Leteng.

Ikuti infopertama.com di Google Berita dan WhatsApp Chanel