Nasrudin dituduh sebagai penghasut rakyat. Dalam tuduhan itu, Nasrudin pernah berkata kepada rakyat bahwa Raja itu suka fitnah dan senang menfitnah orang lain. Maka Nasrudin dipanggil menghadap Raja. “Bagaimana engkau bisa berkata bahwa aku fitnah?” Dengan senyum Nasrudin menjawab: “Aku tidak mengatakan bahwa Raja suka fitnah. Saya hanya mengatakan bahwa kekayaan dan anak-anak hanyalah ujian bagi Raja. Sebagai seorang ayah yang baik, pasti Raja sangat menyukai kekayaan dan anak-anak. Nah, ketika Raja sangat suka kekayaan dan anak-anak, sejak itulah Raja suka ujian.” Mendengar penjelasan Nasrudin itu, Raja tertunduk malu, menyesal dan sadar diri” {Hunor Sufi, Ketika Abu Nawas Hadapi Fitnah dan Hoaks, Internet: ngopibareng, Garut, 31 Mei 2022}.
Hubungan atau relasi persaudaraan yang baik dengan orang lain bisa saja menjadi ujian bagi kita. Ujian itu terjadi ketika dalam relasi itu kita mengutamakan harta kekayaaan atau anak-anak dan tidak lagi fokus pada persaudaraan yang murni dan sejati. Roh Kudus adalah Roh Kegembiraan dan sukacita. Dia menghendaki agar kita mengutamakan persaudaraan dan bukan hanya kekayaan atau anak-anak atau apa saja. Persaudaraan bisa rusak karena kekayaan, dan hal demikian pasti bukan kehendak Roh Kudus bagi kita.

Doaku dan berkat Tuhan
Mgr Hubertus Leteng


Ikuti infopertama.com di Google Berita dan WhatsApp Chanel






