Relasi rohani yang amat luas dan tanpa batas ini hanya mungkin terjadi oleh Roh Kudus. Roh Kudus membuka pintu hati dan pintu budi kita yang sempit dan terbatas agar kita menjadi luas dan terbuka bagi semua orang. Berkat karunia Roh Kudus kita sanggup membangun dan memelihara relasi yang luas dengan semua orang lain di mana saja dan kapan saja.
Sebab itu janganlah kita takut untuk membuka diri terhadap orang lain. Dalam kesatuan iman, orang lain bukanlah orang asing yang mesti dicurigai atau ditakuti, tetapi adalah saudara dan saudari kita. Iman yang benar tidak mengasingkan, menjauhkan atau menolak orang lain. Iman yang benar tidak membenci dan memusuhi orang lain, tetapi menerima dan menrangkul orang lain sebagai saudara dan saudara kita sendiri.

Hal yang paling penting bagi kita adalah menyadari kehadiran Roh Kudus dalam diri kita. Roh Kudus selalu mengandung dan melahirkan kegembiraan dan sukacita. Sebab itu bila kita datang dan berjumpa dengan orang lain, kita mesti membawa kegembiraan dan sukacita kepada orang lain. Roh Kudus yang ada dalam hati kita adalah Roh Sukacita dan Roh Kegembiraan.

Maka seperti halnya Elisabet bergembira dan bersukacita ketika mendapat kunjungan dari Bunda Maria, demikian juga orang lain kiranya merasa gembira dan sukacita karena kehadiran Roh Kudus dalam diri kita saat kita bertemu dengan orang lain. Ketika kita datang dan bertemu dengan orang lain, kita mesti mengandung dan membawa Roh Kudus dalam diri kita, sehingga orang lain mengalami kegembiraan dan sukacita saat bertemu dan berjumpa dengan kita.

Ikuti infopertama.com di Google Berita dan WhatsApp Chanel






