Karena itu bila kita mengasihi Tuhan dan sesama, laksanakanlah segala perintah dengan senang hati. Bila anak sekolah mengasihi masa depannya, laksanakanlah segala perintah dari sekolah atau dari guru dengan senang hati. Bila anak-anak mengasihi orang tuanya, jalankanlah dengan senang hati segala perintah orang tua. Anak-anak yang melawan perintah orang tuanya, tidak mungkin mengasihi orang tuanya dan dirinya sendiri. Perintah apa saja adalah jalan menuju masa depan hidup kita. Hanya dengan melaksanakan perintah, kita dapat berjalan menuju masa depan hidup kita.
Untuk melaksanakan perintah apa saja, Tuhan tidak hanya mengajarkan hukum kasih kepada kita, tetapi Ia juga memberikan Roh Kudus kepada kita. Roh Kudus itu adalah Penolong yang menyertai kita selama-lamanya. Dengan begitu, meskipun Tuhan Yesus tidak hadir dan tidak kelihatan secara fisik dalam hidup kita, namun kita tetap memiliki Roh Kudus yang setia menyertai kita dan menolong kita dalam hidup.
Dalam melaksanakan perintah Tuhan, kita sering merasa malas dan lalai, bahkan kita merasa tidak kuat dan tidak mampu. Dalam kondisi demikian, kekuatan kita adalah Roh Kudus. Sebagai Penolong yang menyertai kita, Roh Kudus memberi kita semangat ketika kita merasa lesu, lemah dan lelah dalam hidup. Roh Kudus memberi kita kekuatan pada saat kita merasa tidak memiliki daya dan tenaga untuk bekerja. Roh Kudus membuat kita tekun dan rajin pada saat kita malas. Roh Kudus memberi terang pada saat kita merasa gelap dan menemui kegelapan dalam hidup. Roh Kudus memberi kita jalan pada saat kita menemui jalan buntu dalam perjuangan hidup. Roh Kudus memberi kita optimisme dan harapan pada saat kita mulai putus asa dengan pelbagai kesulitan dan persoalan hidup. Intinya, Roh Kudus selalu menyertai kita selama-lamanya untuk menolong dan membantu kita dalam perjalanan hidup di dunia ini.
Ikuti infopertama.com di Google Berita dan WhatsApp Chanel
Tinggalkan Balasan