Biarlah, demi terlantik jadi Presiden, faktor “Gibran dengan segala geliat hulu dan hilirnya” sudah amat berjasa dan berpengaruhnya demi Prabowo. Bagaimanapun di perjalanan selanjutnya Prabowo mesti tampil prima demi jalankan roda pemerintahan negeri di jalur program-program yang ditawarkan dan diuarkan.
Bayangkan sekiranya Prabowo mesti serius ‘tinggalkan dan lepaskan’ Jokowi. Semuanya agar Prabowo sendiri dapat berfokus pada mimpi-mimpinya sendiri, demi ‘pembangunan dan kejayaan negeri.’
Tetapi, bahwa ‘lepaskan Jokowi’ adalah juga bisa ditilik sebagai bantuan berharga buat Jokowi sendiri yang sudah ternilai publik sebagai pribadi ‘haus kekuasaan dalam obsesi dinasti politik.’ Walau si sulung, Gibran, sudah didaulat sebagai Wapres, Prabowo mesti punya cara tegas dan bijak demi selamatkan ‘wajah Jokowi’ dari sekian banyak gempuran ‘penistaan dan pembunuhan kharakter.’
Kini, saatnya, Prabowo bakal bertugas sah memimpin Negeri sebagai Presiden. Cita-cita demi Indonesia emas, masyarakat maju, sehat dan berkembang seyogyanya itulah yang jadi titik perhatian. Bukan terutama untuk bagaimana memperhitungkan bagi-bagi jasa bagi perbagai pihak pengusung dan pejuang hingga ‘jadi dikukuhkan.’
Sekarang saatnya Prabowo mesti memerintah Negeri dalam jiwa patriotiknya, dalam semangat nasionalisnya, dalam hati yang berkobar-kobar demi kejayaan Indonesia raya.. Sungguh dalam Merah Merdeka, Putih Merdeka…Warna Merdeka
Verbo Dei Amorem Spiranti
Ikuti infopertama.com di Google Berita dan WhatsApp Chanel




