Efek telah berjasa berat itu diharapkan jadi perhitungan moril bagi Prabowo demi tunaikan harapan dan cita-cita Jokowi yang ‘belum kesampaian itu.
Sulit terbayangkan bahwa Jokowi mesti jadi ‘presiden emeritus’ yang mesti pulang untuk bersunyi senyap di Solo, sambil tak mempedulikan lagi nasib Ibu Kota Nusantara, misalnya. Itu baru satu kisah mega proyek yang belum dirampung tuntas. Dapat terbayangkan sekian menggumpal dan menebalnya virus Post Power Syndrome sekiranya Jokowi tak ada keluasan sedikitpun untuk ‘nimbrung di istana’ bersama Prabowo dan kaum lingkarannya (yang baru). Waktu bakal memcbuktikan semuanya. Yang ditakutkan Jokowi tentu sekiranya ia bakal jadi ‘bebek lumpuh’ andaikan Prabowo memang berpikir dan bertindak demi ‘mau-maunya sendiri.’
Ketiga, Semesta Indonesia pasti penuh serius menatap Prabowo, sang Presiden, dalam apa yang disebut psikologi sebagai ‘zona diri kemandirian.’ Prabowo, di hari-hari ini, bisa larut dalam tarung batin antara citra diri sebagai (mantan) prajurit TNI bahkan lebih dari TNI yang gagah, berani, berkualitas, tegas, cerdas, berwibawa, dan dari tuduhan serius efek dari Pilpres curang, politik bansos, buah dari cawe-cawe Jokowi, pengerahan ASN, TNI – Polri.
Sekian lemah dan rapuhnya kah Prabowo sehingga mesti ditopang dan diusung sejadinya oleh berbagai titik kekuatan yang mesti digenjot secara terstruktur, sistematis dan massif?
Kini, setelah dilantik nanti, Prabowo mesti buktikan dirinya sebagai Presiden ‘utuh di dalam diri dan kuasa’ yang dimandatkan kepadanya. Ia tak boleh dibuyarkan dalam kemandiriannya oleh halusinasi heroisme Gibran yang pada satu ketika berucap, “Tenang saja, Pak Prabowo, tenang saja, Pak, saya sudah ada di sini…” Sekian lemahnya kah Prabowo sehingga mesti ditenangkan oleh Gibran? Atau kah bahwa dua tahun memimpin Solo adalah modal kuat dan cukup bagi Gibran untuk ‘tenangkan Prabowo yang telah sarat pengalaman dan bermental prajurit?’ Atau hanyalah karena faktor sang ayah, Jokowi’, yang mentang-mentang masih berkuasa, makanya Gibran sekian PD bersuara demikian?
Ikuti infopertama.com di Google Berita dan WhatsApp Chanel




