Untuk menutupi defisit tersebut, kita membutuhkan energi dari pembangkit di PLTMG Rangko Labuan Bajo, PLTU Ropa di Ende, Maumere dan sebagainya melalui jaringan SUTT interkoneksi Flores.
“Jadi kita masih kurang kalau beban puncak, kalau rumah tangga hampir semua terhubung tapi tidak bisa melayani semua kebutuhan. Artinya, kita masih kurang dan karena masih kurang itulah kita butuh hari ini.”
Tak lupa, Hery Nabit menyentil manfaat langsung yang ditanyakan Bapak Emanuel dengan sebuah ajakan reflektif ngopi bareng di Ruteng sekiranya pulang Libur.
“Pak Eman, nanti kalau pulang kita ngopi di Natas Labar, sore hingga malam itu waktu terbaik. Tak perlu bawa energi listrik dari Jakarta pak Eman, pun kalau pulang ke Jakarta tidak perlu jinjing geothermal dari Poco Leok.”
Sebab kata Hery Nabit, orang di Jakarta tidak melarang siapapun menggunakan listrik, termasuk pak Emanuel yang dari Poco Leok.
Ikuti infopertama.com di Google Berita dan WhatsApp Chanel







