Penyadapan Presiden: Pertarungan Dua Matahari?

Dari rangkaian tersebut, penjelasan konsolidasi memiliki logika yang kuat: kendali aparat diperkuat, ruang gerak jaringan lama dipersempit, dan kedudukan Gibran dimasukkan ke dalam perhitungan politik berikutnya. Tujuannya dapat berupa konsesi atau kepatuhan, atau bahkan bergerak lebih jauh. Pemberhentian Gibran bukanlah satu-satunya syarat agar pengaruh jaringan lama berkurang; mempertahankannya dalam hubungan yang semakin bergantung kepada Presiden juga menghasilkan perubahan kekuasaan.

Pengujian hubungan tersebut memerlukan process tracing sebagaimana dikembangkan oleh George dan Bennett (2005). Bukti penentunya berupa komunikasi, perintah, penerima informasi, penggunaan hasil sadapan, dan keputusan politik yang menyusul. Analisis harus mampu menunjukkan mekanisme yang menghubungkan antarperistiwa, sekaligus menjelaskan bukti yang tidak sejalan dengan hipotesisnya.

Keberhasilan konsolidasi sendiri harus dinilai dengan ukuran institusional. Baker (2023) memperlihatkan hubungan antara konsolidasi koalisi dan penyempitan kontestasi dalam politik Indonesia. Oleh karena itu, penguasaan komando oleh Presiden baru bernilai bagi reformasi apabila disertai dengan pengawasan, akuntabilitas, dan perlindungan warga.

Satu istana tidak dapat menjalankan dua rantai komando yang saling bersaing. Presiden mempunyai alasan yang kuat untuk menuntaskan perpindahan kendali dan menghentikan penggunaan aparat oleh pusat loyalitas lain. Tantangan politik Indonesia adalah memastikan bahwa penyelesaian tersebut menegakkan kewenangan konstitusional, sehingga aparat berhenti menjadi warisan pribadi yang diperebutkan setiap kali kepemimpinan berganti.

Ikuti infopertama.com di Google Berita dan WhatsApp Chanel