Bila semua peristiwa negatif itu terjadi, janganlah kita kita putus asa dan putus harapan. Kita harus sadar, yakin dan percaya bahwa Tuhan akan tetap menyelamatkan kita. Seperti para martir dan terutama seperti Kristus sendiri, fisik kita mungkin ‘hancur lebur’, tetapi jiwa kita akan selamat. Secara fisik kita mungkin dipenjarakan, tetapi Tuhan akan tetap membebaskan batin, hati dan jiwa kita. Penjara fisik tidak mesti menjadi ‘penjara batin’. Luka fisik tidak mesti menjadi ‘luka batin’. Penderitaan fisik tidak harus menjadi ‘penderitaan batin.’
Kunci untuk itu adalah kabar gembira tetap kita wartakan. Perbuatan baik tetap kita lakukan. Penderitaan fisik yang terjadi karena kabar gembira dan kabar sukacita tetap menjadi sumber pembebasan dan sukacita kita dalam hidup. Penjara fisik karena perbuatan baik dan untuk perbuatan baik tidak akan ‘memenjarakan batin dan jiwa’ kita. Inilah ‘oase jiwa’ kita untuk tetap bergembira dan bersuka cita di tengah tandusnya atau keringnya hidup karena kesulitan atau karena tekanan penderitaan dari luar. Intinya, menderita karena berbuat baik dan demi perbuatan baik tidak akan mematikan ‘batin dan jiwa’ kita dalam hidup.
Doaku dan berkat Tuhan
Mgr Hubertus Leteng.


Ikuti infopertama.com di Google Berita dan WhatsApp Chanel






