Pacarku Dijemput Pacarnya

1784861

Aris tidak sepenuhnya berniat berpaling. Di Jogja, ia sengaja menatur siasat: meniru tingkah laku Alina dengan memamerkan kedekatan bersama seorang mahasiswi di kampusnya. Ia membiarkan gosip itu sengaja menggelinding jauh menyeberangi lautan hingga mendarat di telinga Alina. Itu adalah aksi balas dendam yang sengaja ia rancang—sebuah upaya untuk membuat Alina merasakan racun cemburu dan kecemasan yang sama yang selama ini membakar dadanya.

Tetapi, perang ego ini justru membakar habis jembatan yang tersisa. Ketika gosip itu meledak di Ruteng, Alina yang didera rasa bersalah sekaligus sakit hati tidak mampu lagi bertahan. Alih-alih saling terbuka, tuduhan perselingkuhan yang dilempar Alina justru dibalas Aris dengan bukti-bukti foto Alina bersama Gavin. Rahasia-rahasia di bawah meja kedai kopi dibongkar tanpa ampun.

Komitmen yang bermula dari cinta masa kuliah itu pun pecah berkeping-keping. Memasuki akhir tahun 2010, di penghujung lini masa kisah mereka, pertunangan tersebut resmi dibatalkan secara sepihak, meninggalkan luka yang bernanah bagi kedua belah pihak.

Dua Jalan yang Berbeda

Setelah badai itu mereda, Alina mendapati dirinya berdiri di puing-puing kehancuran. Gavin tetap berada di sisinya, menawarkan diri untuk menjadi pelindung sejati dan merawat bayi laki-laki yang kemudian lahir ke dunia. Gavin siap menanggung segalanya.

Namun, kehadiran Gavin justru menjadi pengingat abadi bagi Alina akan dosa asal yang memicu kehancuran hubungannya dengan Aris. Rasa bersalah yang terlampau besar membuat Alina menarik diri. Ia tahu Gavin terlalu berharga untuk menjadi sekadar penambal luka dan tameng dari kesalahan masa lalunya. Dengan hati yang remuk, Alina memutuskan hubungan rahasia mereka dan memilih berjalan sendiri sebagai single parent.

Ikuti infopertama.com di Google Berita dan WhatsApp Chanel