Pacarku Dijemput Pacarnya

1784861

Alina menghela napas panjang. “Kamu tahu jawabannya, Vin. Ada bayi yang harus punya ayah yang sah di mata hukum dan adat Ruteng. Ada ekspektasi keluarga besar yang sudah menyaksikan pertunangan kami. Aku sayang sama kamu, demi Tuhan aku sayang sama kamu, Vin… tapi bayi ini butuh ayahnya. Dan Aris adalah tunanganku.”

Gavin menyambung kalimat Alina dalam hati dengan getir: Dan aku hanyalah pria pengganti yang menemanimu saat dia kuliah di seberang lautan.

Sang Pemilik Datang

Pukul setengah delapan malam. Suara deru mesin motor yang khas dan nyaring memecah keheningan jalanan di depan kedai. Sebuah motor GL Pro hitam legendaris berhenti tepat di tepi trotoar.

Lampu depannya yang kotak menembus pekatnya kabut malam, menyisakan kepulan asap tipis dari knalpotnya yang berbaur dengan udara dingin.

Ponsel Alina bergetar panjang. Sebuah nama muncul di layar: Aris <3.
Alina langsung menegakkan posisi duduknya. Ada semacam perubahan instan yang terjadi pada dirinya—sebuah transisi dari ‘Alina yang rapuh bersama Gavin’ menjadi ‘Alina yang siap memenuhi peran sebagai tunangan dan calon ibu yang sempurna’.

Gavin melihat ke luar jendela. Melalui kaca yang berembun tebal, ia bisa melihat seorang pria turun dari atas jok motor GL Pro. Pria itu memakai jaket tebal berlapis angin, sarung tangan hitam, dan helm yang basah oleh rintik gerimis.

Meskipun mengendarai motor tua menembus jalur ekstrem Labuan Bajo-Ruteng, gestur tubuhnya tetap memancarkan rasa percaya diri yang tinggi. Seseorang yang tahu persis bahwa wanita di dalam kedai itu, beserta anak yang dikandungnya, adalah miliknya secara sah sejak ikatan janji di Ruteng. Itu adalah Aris.

Ikuti infopertama.com di Google Berita dan WhatsApp Chanel