3). Menyesal dan Bertobat
Ketika raja Ahab mendengar dari nabi Elia akibat negatif dari kejahatan yang ia lakukan bersama istrinya, ia ‘mengoyakkan pakaiannya, mengenakan kain kabung dan berpuasa. Bahkan ia tidur dengan memakai kain kabung dan berjalan dengan langkah lamban’. Ia benar-benar merendahkan diri di hadapan Tuhan, sehingga Tuhan tidak mendatangkan malapetaka dalam zamannya.
Kita bukanlah orang sempurna. Seperti raja Ahab dan istrinya kita bisa saja merancang dan melakukan kejahatan. Namun kita tidak boleh sombong dan angkuh. Kita harus jujur dan rendah hati, Kita harus merendahkan diri di hadapan Tuhan. Kita mesti menyerahkan kepada Tuhan dosa dan kejahatan kita. Maka Tuhan akan berbelas kasih kepada kita. Dengan demikian kita terbebas dari penderitaan yang bisa terjadi atas kita.
Kita benar-benar mesti merenungkan dan menghayati sabda Tuhan ini: “Yang Kukehendaki ialah belas kasihan dan bukan persembahan, karen Aku datang bukan untuk memanggil orang benar, melainkan orang berdosa” (Mat 9: 13). Belas kasihan adalah kehendak Tuhan bagi kita.Maka bila kita berdosa atau berbuat jahat, serahkanlah diri dan hidup kita seutuhnya kepada Tuhan. Dengan demikian Tuhan menyembuhkan luka-luka dosa kita dengan belas kasihan dan kerahiman-Nya, dengan kemurahan dan kasih sayang-Nya.
Doaku dan berkat Tuhan
Mgr Hubertus Leteng
Ikuti infopertama.com di Google Berita dan WhatsApp Chanel




