Meniti Ancaman Menggapai Damai

Tidaklah bernada over-spiritualistik sekiranya mesti sendengkan telinga dan menangkap penuh iman akan kata-kataNya, “Marilah kepadaKu, hai kamu semua yang letih lesuh dan berbeban berat, Aku akan memberikan kelegahan kepadamu” (Mat 11:28). Entah sampai kapan kita mesti bertahan hanya dalam kekuatan dan segala hebatnya kita, sementara Tuhan sendiri ingatkan kita bahwa “Di luar Aku kamu tidak dapat berbuat apa-apa” (Yoh 15:5-6).

Akhirnya, insan beriman teguh pasti kembali pada Tuhan Segala Awal dan Akhir kehidupan, di dalam doa. Benarlah, bahwa doa tidak bebaskan kita untuk luput berlari dari kenyataan pahit kehidupan. Tetapi, doa dan sikap beriman itu sanggupkan kita untuk hadapi kenyataan hidup seperti apa adanya.

Sayangnya jika kita mengaku beriman (dan beragama), namun kita tampil panik kesetanan dalam kata dan tindak, dalam merawat dan uarkan ujaran kebencian penuh hasutan. Sesungguhnya jalan beriman ini masih panjang. Demi menggapai rasa damai yang sesungguhnya. Bukan damai  seperti yang kita kehendaki, melainkan kedamaian seturut kehendak Yang Mahakuasa, dan hanya di dalam Dia…

Verbo Dei Amorem Spiranti
Collegio San Pietro – Roma

Laman: 1 2 3 4

Ikuti infopertama.com di Google Berita dan WhatsApp Chanel 

 

Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses