Proyek Buku Sejarah Indonesia Versi Baru Jadi Sorotan Publik, Dituding Sarat Kepentingan Orde Baru hingga Era Prabowo

Jakarta, infopertama.com – Proyek penulisan ulang buku Sejarah Indonesia bertajuk Dinamika Kebangsaan dalam Arus Global yang digagas Kementerian Kebudayaan di bawah kepemimpinan Menteri Kebudayaan Fadli Zon terus memicu perbincangan hangat di tengah masyarakat.

Penyusunan naskah sejarah resmi negara yang direncanakan hadir dalam sepuluh jilid tersebut memantik sorotan tajam dari berbagai kalangan, mulai dari sejarawan, akademisi, hingga aktivis hak asasi manusia.

Kritik utama bermunculan lantaran adanya dugaan bias penulisan yang dinilai cenderung menonjolkan narasi capaian dan legitimasi kekuasaan, khususnya pada periode Orde Baru hingga dinamika politik era Presiden Prabowo Subianto, sembari mengesampingkan sejumlah catatan kelam pelanggaran hak asasi manusia di masa lalu.

Menanggapi berbagai sorotan tersebut, Menteri Kebudayaan Fadli Zon menegaskan bahwa penyusunan buku sejarah nasional ini berjalan secara independen dan profesional tanpa intervensi pihak mana pun, termasuk dari Presiden.

Fadli menyampaikan bahwa proyek tersebut difasilitasi oleh pemerintah guna memperbarui narasi sejarah Indonesia yang sudah lama tidak dimutakhirkan secara menyeluruh.

Dalam proses penyusunannya, Kementerian Kebudayaan mengklaim telah melibatkan sebanyak seratus dua puluh tiga pakar yang terdiri dari akademisi, sejarawan, arkeolog, hingga peneliti yang berasal dari puluhan perguruan tinggi serta belasan lembaga independen.

Fadli Zon menolak anggapan bahwa buku tersebut merupakan bentuk propaganda kekuasaan dan menegaskan bahwa naskah ditulis langsung oleh para sejarawan dengan sudut pandang Indonesia-sentris guna melihat perjalanan bangsa dari kacamata sendiri.

Ikuti infopertama.com di Google Berita dan WhatsApp Chanel