Cepat, Lugas dan Berimbang

Masnya dan Mbaknya, Kenapa Harus Pakai -nya?

Demikian juga dengan penggunaan –nya pada banyak surat resmi, sering tidak tepat. Masih sering menemukan penutup surat resmi dengan “Atas perhatianya….”.

Penggunaan ­–nya pada kata “perhatian” tidak tepat sebab menunjuk keterangan milik orang ketiga, bukan orang yang sedang membaca surat. Agar lebih ringkas dan jelas, sebaiknya tulis saja, “Atas perhatian Anda…”. Tak usah lagi merahasiakan milik siapa perhatian ini diberikan, oh!

Nah, mari kembali ke “masnya” dan “mbaknya”. Apakah penggunaan keduanya sudah pasti salah? Ini yang menarik. Ilmu bahasa sepertinya tak tertarik untuk membahas soal salah atau tidak. Yang dibahas adalah soal baku atau tidak. Kata yang tidak baku tidak berarti salah. Ya, tidak baku saja.

Berbahasa itu yang baik dan asyik saja; sesuai dengan kaidah kebahasaan dan mudah dipahami. Masalahnya, biasanya akan sulit memahami penggunaan tata bahasa yang tidak baik. Misalnya, “Shaldy di kritik Yoakim!”. Saya belum pernah dengar ada daerah bernama Kritik. Apa jauh dari Cibal?

Tulisan ini sudah tayang di qureta.com

Ikuti infopertama.com di Google Berita dan WhatsApp Chanel