Ruteng, infopertama.com – Masalah ekonomi kembali diduga menjadi sebab warga NTT mengakhiri hidup dengan cara tragis. Ingatan publik belum berakhir dengan kasus YBS, siswa SD yang gantung diri di Bajawa – Ngada pada 29 Januari 2026.
Dan, satu kasus lain yang menimpa EN (28) seorang ibu muda di Ngada mengakhiri hidup dengan menenggak racun. Lagi, diduga karena alasan ekonomi.
Setelah Ngada, kini diduga karena alasan yang sama, alasan ekonomi seorang pria berinisial DN (60) warga Beo Rahong, kecamatan Ruteng, kabupaten Manggarai mengakhiri hidup dengan cara gantung diri di sebuah rumah kosong, Sabtu, 21 Februari 2026.
Berdasarkan keterangan keluarga dan informasi yang dihimpun di lokasi, korban diduga mengalami tekanan akibat persoalan ekonomi dan tagihan utang koperasi harian. Meski demikian, selama ini korban tidak pernah menyampaikan keluhan kepada keluarga.
Kronologi Penemuan
Korban pertama kali ditemukan sekitar pukul 16.00 Wita oleh saksi Elsiana Jiana yang merupakan anak kandung korban.
Menurut keterangan saksi, saat itu ia mendatangi rumah milik Adrianus Harun yang dalam keadaan kosong karena pemilik rumah sedang merantau ke Kalimantan. Di dalam rumah tersebut, saksi mendapati korban sudah dalam posisi tergantung pada balok bantal atap seng.
Dalam keadaan panik, saksi segera berteriak memanggil keluarga dan warga sekitar. Mendengar teriakan tersebut, para tetangga langsung berdatangan dan berupaya menolong korban dengan cara melepaskan ikatan tali. Namun setelah berhasil diturunkan, korban diketahui sudah meninggal dunia. Jenazah kemudian dibawa ke rumah korban yang berlokasi tidak jauh dari TKP.
Ikuti infopertama.com di Google Berita dan WhatsApp Chanel






