Laki-Laki asli Papua di Nduga tewas dengan Tubuh Terpotong – Bagaimana kasusnya?

Jenazah Abral Wandikbo, usai ditemukan warga akhir Maret lalu. (Ist)
1003583491
1003583496
1003583478
1003583142
1003583317
1003583312
1003583141

Tentara menuduh orang yang memegang poster di foto itu adalah Abral.

Kerabat Abral, YW, membantah seluruh tuduhan itu. “Saya tidak terima dengan tuduhan itu,” ujarnya.

Kepala Distrik Mebarok, Nus Gwijangge, juga membantah tuduhan TNI. “Saya tidak tipu-tipu. Menipu itu dosa di mata Yang Maha Kuasa,” ujarnya.

Bagaimana Abral Wandikbo tewas?

Mayjen Kristomei Sianturi membuat klaim, Abral “bersedia menjadi penunjuk jalan” pada saat diinterogasi tentara.

Abral, klaim Kristomei, akan membawa pasukan TNI ke Kampung Kwit, menuju sebuah honai. Di rumah tradisional orang asli Pegunungan itu, menurut Kristomei, terdapat dua pucuk senjata api.

Di tengah perjalanan menuju Kwit, klaim Kristomei, “Abral melarikan diri ke arah jurang”.

Pasukan TNI disebut Kristomei sempat mengeluarkan tembakan peringatan, tapi memutuskan untuk tidak mengejar Abral.

Letjen Bambang Trisnohadi (kiri) bertemu dengan Kepala Distrik Mebarok, Nus Gwijangge, awal Februari 2025 (Ist)

Apa yang disampaikan Kristomei ini berbeda dengan kesaksian warga. Seperti foto-foto yang dikumpulkan kerabat Abral, jasad pemuda ini ditemukan di sebuah kebun, bukan di dalam jurang.

Theo Hasegem berkata, pada 24 Maret, sekitar pukul 22.00 WIT, sejumlah warga melihat “pasukan TNI membunuh Abral di pinggir Kali Mrame lalu membuang jasadnya di kebun.”

Warga meyakini itu, kata Theo, karena “mereka melihat cahaya senter di lokasi yang sama dengan titik penemuan jenazah Abral”.

Selain ditemukan dengan kondisi tubuh yang tidak manusiawi, sebuah gelang bercorak bintang kejora terpasang di pergelangan tangan Abral.

Kondisi itu aneh, menurut YW dan Nus Gwijangge, karena Abral tak pernah memiliki gelang tersebut.

Ikuti infopertama.com di Google Berita dan WhatsApp Chanel