Kisah Hidup ”Rungkad” Pejudi ”Online”

Damar mengatakan, selama bermain, ia beberapa kali menang dan kalah. Kemenangan terbesarnya adalah Rp2 juta dengan deposit Rp150.000. Sementara kalah terbesarnya Rp400.000. ”Pas menang itu enak. Kalau sudah kalah, walaupun bukan uang kita, ada enggak enak. Ada beban rasanya,” kata Damar.

Hanya teman-teman tongkrongan yang mengetahui Damar bermain judi daring. Sementara keluarga tidak ada satu pun yang mengetahui. Ia saat ini tinggal berdua dengan ayahnya yang juga sudah tidak bekerja lagi.

Damar mengaku belum separah para pejudi daring lain. Meski demikian, Damar mengaku belum sepenuhnya berhenti. Dia masih sesekali membuka situs judi online Senju333. Agar tidak terlena, dia berusaha menahan godaan dengan tidak mengisi saldo rekening atau dompet digital.

”Uang saya tarik semua. Tidak ditaruh di M-Banking atau di e-wallet yang bisa memudahkan deposit. Kalau deposit, biasa dari M-Banking dan e-wallet. Uang taruh di rumah dan bawa Rp50.000 saat keluar supaya bisa nahan godaan,” katanya.

Grup bertobat

Para pejudi pada akhirnya sadar bahwa berjudi menjadi bentuk kecanduan yang sulit mereka atasi. Di ruang cakap-cakap virtual, seperti Whatsapp (WA), mereka membentuk semacam ”support group”, salah satunya grup WA bertajuk ”Hijrah Community”.

Grup yang baru beranggota 190 orang itu memang dibuat khusus sebagai ruang diskusi, edukasi, curhat, berbagi pengalaman, saran, dan solusi melepas jerat candu judi daring. Sekaligus ruang untuk saling mengingatkan tentang bahaya judi daring. Termasuk pinjaman daring.

Ikuti infopertama.com di Google Berita dan WhatsApp Chanel