Andang (40), bukan nama sebenarnya, pria asal Jawa Timur, menjadi salah satu admin di grup WA tersebut. Selain berusaha melunasi sisa utang Rp180 juta akibat bermain judi daring, Andang kini harus berjuang demi bisa pulang ke rumah dan berkumpul kembali dengan istri dan anak-anaknya.

Sepanjang hari, grup ini tak pernah sepi. Pesan baru terus masuk. Isinya beragam. Dari perkenalan anggota baru, pesan gambar, pesan video, pesan suara, stiker bergerak, hingga yang lebih serius, curhat tentang dampak judi daring.
Anggota memang dipersilakan berbagi cerita tentang niat atau upayanya berhenti bermain judi daring. Anggota-anggota lain kemudian membalas untuk saling menguatkan dan menyemangati.
Agar berjalan sesuai tujuan awal, grup itu melarang keras anggotanya mengirim segala hal terkait judi daring. Mulai dari tangkapan layar situs judi, tangkapan layar soal kekalahan atau kemenangan mereka.
Akan tetapi, ada saja anggota yang melanggar. Mereka masih mengirim konten-konten yang dilarang itu. Para admin harus bertindak menghapus pesan itu secepatnya. Andang termasuk yang paling aktif melakukan itu. Termasuk membalas pesan-pesan yang masuk.
Andang, Jumat (17/11/2023), bersedia dihubungi melalui telepon. Dia mengakui sebagai salah satu mantan pemain aktif, bahkan kecanduan judi daring. Tugas menjadi admin grup, ia kerjakan dari kamar kos-kosannya di Jombang, Jawa Timur. Di daerah itu, ia sebenarnya sedang mondok dan mengaji di salah satu pesantren. Ia melakukan itu sebagai bagian dari upaya memulihkan diri dari kecanduan pada judi daring.
Ikuti infopertama.com di Google Berita dan WhatsApp Chanel












