Kisah Hidup ”Rungkad” Pejudi ”Online”

Akan tetapi, itu bukan hal terbesar yang harus dia kejar saat ini, melainkan meraih kembali kepercayaan keluarga, terutama mertua sehingga ia bisa pulang, berkumpul lagi seperti semula dengan istri dan anaknya.

Enam bulan terakhir, ia tidak diperbolehkan pulang oleh mertuanya sehingga harus tinggal di kos-kosan. ”Saya sebenarnya sudah hampir setahun ngekos dan ke pondok pesantren. Awalnya masih boleh pulang. Tapi ternyata, masih ada banyak orang datang nagih utang. Utang-utang itu juga di luar pengetahuan istri,” kata Andang.

Hal itu membuat Andang dilarang pulang oleh mertuanya. Bahkan, sempat meminta agar anaknya menceraikan Andang. Meski sangat berat, ia mengaku bisa melewati kondisi ini.

”Kalau mau benar-benar bertobat, pasti dikasih jalan. Minimal saya bisa mengajak istri dan anak tinggal serumah lagi. Saya pengin balik (ke rumah) lagi,” kata Andang.

Andang mengaku beruntung punya istri yang masih mendukungnya untuk berubah sehingga tidak mau ia sia-siakan. Istrinya masih rutin menjenguknya setiap hari ke kos-kosan.

Sementara anak-anaknya yang masih duduk di bangku SMA dan SD sekali seminggu datang menengok. ”Dulu, anak perempuan saya yang paling besar bahkan sempat tidak mau mengakui saya,” kata Andang masygul.

Berdaya jerat

Aransha Karnilla Nadia Putri, psikolog, pengajar, dan pengamat cyberpsychology dari Universitas Muhammadiyah Malang, menjelaskan, permainan dalam berbagai situs judi memang dirancang sedemikian rupa sehingga berdaya jerat kuat secara psikologis dengan menstimulasi fungsi kognitif otak para pemainnya.

Ikuti infopertama.com di Google Berita dan WhatsApp Chanel