Kisah Hidup ”Rungkad” Pejudi ”Online”

Ia pun akhirnya menjual sepeda motornya kepada teman tongkrongan. Ternyata hasilnya masih kurang dan tak bisa melunasi semua utang. Dia pun terpaksa menjual koleksi compact disc (CD) dan kaus band metal favoritnya yang sudah dikumpulkan sejak SMP.

Perkara menjual motor, dia masih santai. Toh, nanti kalau sudah ada uang bisa dibeli lagi. Namun, saat harus melego koleksi yang punya nilai sentimental, batinnya bergejolak. ”Sampai di rumah, gue nangis,” kenangnya setelah menjual 150 CD dan 40 kaus senilai Rp10 jutaan.

Pejudi

Oleh karena utang pinjolnya ada di banyak aplikasi, hasil dari semua barang yang terjual itu masih belum melunasi semuanya. Keadaan ini diperparah karena dia masih main judi slot hingga kini.

”Slot ini gila. Bahkan, gue memandangnya lebih parah dari narkoba,” katanya.

Berawal di tongkrongan

Ketertarikan bermain judi online bisa bermula dari tongkrongan. Seperti pengalaman pemuda di Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat. Damar (20), bukan nama sebenarnya, seorang mahasiswa di salah satu perguruan tinggi negeri di Mataram, sehari-hari juga bekerja sebagai tenaga pemasaran di salah satu operator seluler swasta. Ia mengaku baru terjun ke judi daring sekitar dua bulan terakhir.

Pada mulanya, ia melihat teman-temannya di satu tongkrongan bermain judi daring dan mendapat kemenangan. Teman-temannya datang dari berbagai latar belakang, seperti mahasiswa, pekerja, bahkan polisi. ”Dia depo cuma Rp10.000 sudah bisa dapat uang. Lebih gampang nyari uang,” kata Damar, Selasa (14/11/2023).

Damar, yang bermain mahyong di situs judi Senju333 menggunakan perangkat iPhone 7, mengaku modalnya bermain judi dari uang kiriman kakaknya yang bekerja di Australia. Ia menerima kiriman sekitar Rp2 juta.

Ikuti infopertama.com di Google Berita dan WhatsApp Chanel