”Kritis etika. Semua yang upload di media sosial menjadi kebenaran baku itu di generated content secara terus-menerus,” kata Arga.
Urgensi penting menyelamatkan etika itu, lanjutnya, perlu ada regulasi tata pengaturan di media sosial. Pengaturan seperti ini belum banyak diatur seperti hashtag yang bisa mengarahkan ke hal negatif dan positif. Platform digital di media massa pun menggunakan tagar yang bisa mengarahkan ke hal negatif dan positif.
Begitu pula dengan narasi teks singkat (caption) di media sosial. Media massa yang menggunakan narasi teks singkat dari media sosial perlu berhati-hati agar pemberitaan tidak menjadi semakin keruh mengarah ke hal negatif.
Sumber: Kompas.id
Ikuti infopertama.com di Google Berita dan WhatsApp Chanel
Tinggalkan Balasan