Berita  

Kemenpar Promosikan “Camino de Flores” Sebagai Wisata Religi Katolik Unggulan

Wisata Religi Katolik
Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana (tengah) bersama Inisiator Camino de Flores Mari Elka Pangestu (kanan) dan Gubernur NTT Emanuel Melkiades Laka Lena (kiri) dalam konferensi pers mengenai "Camino de Flores" yang diselenggarakan di Jakarta, Selasa (13/10/2026). (ANTARA/Hreeloita Dharma Shanti)

Jakarta, infopertama.com – Pulau Flores di wilayah Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) kini dipromosikan sebagai destinasi wisata religi Katolik unggulan. Langkah ini diwujudkan melalui kegiatan wisata jalan kaki sambil berziarah bertajuk “Camino de Flores: The Sacred Journey of Flores” yang dijadwalkan berlangsung pada 23 hingga 27 Oktober 2026.

“Selama ini kita tahu wisatawan lebih terkonsentrasi di Manggarai Barat, khususnya Labuan Bajo. Melalui kehadiran ‘Camino de Flores’, wisatawan akan mengunjungi destinasi di berbagai daratan Flores,” kata Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana dalam konferensi pers di Jakarta, Selasa (13/10/2026).

Menpar menuturkan bahwa “Camino de Flores” berpotensi berkembang menjadi tujuan perjalanan wisata baru yang sangat menarik bagi wisatawan. Program ini memadukan kegiatan wisata spiritualitas, budaya, dan sejarah dengan dukungan penuh dari masyarakat lokal.

Kegiatan wisata ini diharapkan bisa menghadirkan pengalaman bermakna bagi para wisatawan, mendorong mereka untuk tinggal lebih lama guna merasakan budaya lokal, serta membeli produk-produk UMKM setempat.

“Dengan cara ini, perputaran ekonomi tidak lagi terpusat pada satu wilayah atau pelaku industri besar saja, melainkan langsung menyentuh perekonomian rakyat Flores,” ujar Widiyanti.

Sementara itu, Inisiator “Camino de Flores” Mari Elka Pangestu menjelaskan bahwa pelaksanaan program ini utamanya ditujukan untuk mendorong kegiatan pariwisata yang berkelanjutan dan berbasis masyarakat, sekaligus memperkenalkan kekayaan budaya dan tradisi Flores.

Ikuti infopertama.com di Google Berita dan WhatsApp Chanel