Tag: Doa Rosario

  • Doa Rosario dan Aksi Diakonia bagi Difabel di KBG Santo Yosep Woang

    Doa Rosario dan Aksi Diakonia bagi Difabel di KBG Santo Yosep Woang

    infopertama.com – Umat Kelompok Basis Gerejani (KBG) Santo Yosep Woang menggelar doa Rosario bersama pada Minggu malam, 3 Mei 2026, mulai pukul 19.00 hingga 21.00 WITA, bertempat di rumah Ketua KBG, Rikhardus Roden Urut. Kegiatan ini turut dihadiri Vikaris Paroki, Pater Konrad SVD, yang berbaur bersama umat dalam suasana doa penuh kekeluargaan.

    Doa Rosario berlangsung dalam semangat komunio, melibatkan umat dari berbagai kalangan, mulai dari anak-anak, remaja, hingga orang dewasa, yang bersama-sama berdevosi kepada Bunda Maria. Kebersamaan iman ini menjadi tanda hidupnya spiritualitas umat di tingkat basis.

    Dalam kesempatan yang sama, umat KBG Santo Yosep juga menyerahkan bantuan kasih kepada seorang anak difabel, Apri, yang merupakan bagian dari keluarga KBG. Bantuan tersebut diserahkan oleh Pater Konrad kepada ibu dari Apri sebagai bentuk kepedulian nyata umat terhadap sesama, khususnya mereka yang berada dalam kondisi rentan.

    Ketua KBG, Rikhardus Roden Urut, dalam penjelasannya menyampaikan bahwa kegiatan pastoral di KBG Santo Yosep terus berkembang, salah satunya melalui pembentukan kelompok sharing Kitab Suci. Kelompok ini lahir dari inisiatif ibu-ibu bersama Seksi Pewartaan sebagai tindak lanjut dari kunjungan pastoral Tim Sinode IV Paroki Ekaristi Kudus Ka Redong pada Maret 2026.

    “Sharing Kitab Suci dilaksanakan setiap malam Minggu dan hingga kini telah berjalan enam kali pertemuan. Tujuannya adalah untuk mendekatkan umat pada Sabda Tuhan sebagai sumber kekuatan dalam kehidupan menggereja, baik di keluarga, KBG, maupun paroki,” ujar Rikhardus.

    Laman: 1 2 3

  • Polisi Bersama OMK Keuskupan Labuan Bajo Gelar Doa Rosario

    Polisi Bersama OMK Keuskupan Labuan Bajo Gelar Doa Rosario

    Labuan Bajo, infopertama.com – Dalam suasana khusyuk, sejumlah anggota Polri bersama Orang Muda Katolik (OMK) menggelar ibadah doa Rosario di Keuskupan Labuan Bajo, Manggarai Barat, NTT pada Sabtu (30/8/2025) sore.

    Ibadah di depan Patung Bunda Maria ini dipersembahkan khusus untuk perdamaian dan keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

    “Doa Rosario ini digelar sebagai bentuk permohonan doa dan syafaat untuk meminta pertolongan Tuhan, agar bangsa Indonesia senantiasa diberikan keselamatan, keamanan serta kedamaian,” kata Wakapolres Mabar, Kompol Martinus Pake, S.H., M.H.

    Kompol Martinus menuturkan, kegiatan ini dimaksudkan untuk meminta ampunan atas segala dosa serta memohon perlindungan dari segala bentuk bencana, perpecahan, maupun ancaman yang dapat mengganggu keutuhan bangsa.

    “Gejolak dan dinamika yang terjadi di berbagai daerah akhir-akhir ini tentu menjadi perhatian kita. Kita tak bisa mengandalkan upaya lahiriah semata, untuk itu kita berdoa dan satukan hati,” tuturnya.

    Ia berharap, melalui doa Rosario bersama, akan terjalin semangat persaudaraan, solidaritas, dan kepedulian sosial untuk menjaga persatuan bangsa.

    “Kamtibmas adalah tanggung jawab kita. Mari kita menjaga negara kita, provinsi kita dan Kabupaten Manggarai Barat khususnya Kota Labuan Bajo agar selalu kondusif,” ujar Wakapolres Mabar.

    Lanjut Komisaris polisi itu, untuk wilayah Manggarai Barat sendiri hingga saat ini masih kondusif dan tidak ada yang perlu dikhawatirkan. Namun, pihaknya tetap meningkatkan pengawasan terhadap kemungkinan terburuk.

    Laman: 1 2

  • Keributan di Tangsel dan Isu SARA di Media yang Meresahkan Warga

    Keributan di Setu, Tangerang Selatan (Tangsel), bukan dipicu persoalan SARA. Warga resah dengan narasi keliru di sejumlah media.

    infopertama.com – Gesekan warga lokal dengan sekelompok pemuda ditambah beredarnya unggahan di media sosial dan media massa daring yang memberitakan isu suku, agama, ras, dan antargolongan atau SARA di RT 007 RW 002, Kampung Poncol, Kelurahan Babakan, Setu, Kota Tangerang Selatan (Tangsel), meresahkan warga dan penghuni indekos. Mereka tak ingin ada perpecahan dan konflik berkepanjangan.

    Minggu (5/5/2024) sekitar pukul 21.00 WIB, warga dikagetkan dengan keributan di salah satu indekos di Kampung Poncol, Tangsel. Deretan indekos itu dihuni oleh sejumlah mahasiswa atau muda mudi yang malam itu sedang menjalankan aktivitas Doa Rosario dalam rangka memeringati Bulan Maria.

    Atas imbauan warga, Ketua RT 007 Diding mendatangi kamar indekos agar kegiatan jangan sampai larut malam. Namun, saran itu disikapi keras oleh satu pemuda dan warga yang sama-sama merasa tersinggung. Perdebatan pun tak terhindarkan hingga berujung pertengkaran dan perkelahian.

    Farhan Rizky (22), salah satu penghuni indekos, terluka karena terkena pisau. Ia mulanya berinisiatif menengahi dan melerai perkelahian antarkelompok pemuda itu.

    ”Gue berusaha melerai pengeroyokan, misahin. Gue netral gak kenal kanan kiri. Karena gue kasihan saja dikeroyok tuh cowok NTT,” kata Farhan, Senin (6/5/2024).

    Tangsel
    Farhan Rizky (22), penghuni di salah satu indekos di Kampung Poncol, Babakan, Setu, Tangsel, yang berusaha melerai gesekan antara penghuni indekos dan warga setempat yang berakhir terluka, Senin (6/5/2024).

    Upayanya melerai dan mendamaikan perkelahian itu ternyata membuat Farhan dituduh sebagai bagian teman perkumpulan mahasiswa indekos. Setelah berhasil dilerai juga oleh pengurus RT dan warga lainnya, salah satu pemuda setempat yang ikut mengeroyok pulang ke rumah dan kembali ke lokasi dengan membawa pisau.

    Laman: 1 2 3 4 5 6 7

  • Doa Rosario dan Kokor Minse di Manggarai

    Ruteng, infopertama.com – Doa Rosario dalam tradisi Katolik biasanya secara bergilir berdoa dari rumah ke rumah selama satu bulan penuh. Tidak setiap bulan, hanya dua kali setahun dalam dua bulan berbeda. Pada bulan Mei sebagai bulan Maria dan Oktober sebagai bulan Rosario.

    Di Manggarai, dulu, pada bulan di atas, Mei dan Oktober umat Katolik di Kampung-kampung akan secara bergilir berdoa di setiap rumah. Semalam cukup satu rumah. Bisa lebih jika jumlah rumah lebih banyak dari jumlah hari dalam satu bulan.

    Biasanya, yang memimpin umat di satu kelompok basis oleh seseorang yang dianggap mampu. Orang itu (pemimpin) biasanya, sebutannya Guru A(Gama). Sekarang, orang lebih mengenalnya sebagai ketua Kelompok Basis Gereja (KBG).

    Kekinian, doa rosario bergilir ini memang masih berjalan, hanya saja ada hal-hal tertentu yang sudah hilang. Entalah, mungkin karena zaman yang makin modern sehingga kebiasaan dulu sudah tidak lagi ada.

    Kalau dulu, seusai doa rosario, anak-anak juga remaja di kampung biasanya di halaman rumah atau kampung akan mengisi malam mereka dengan berbagai permainan. Misalnya, rangkuk alu, dan beberapa permainan rakyat kala itu. Cahaya lampu gas (petromaks) juga nyala obor sudah cukup menerangi malam anak-anak dalam memainkan Rangkuk Alu.

    Sebelum anak-anak beranjak ke halaman ‘tuk Rangkuk Alu, seusai doa biasanya mereka makan dan minum bersama. Seadanya saja, tak perlu mewah. Semuanya alami.

    Hasil kebun seperti jagung, ubi dan banyak lagi akan jadi santapan yang lezat seusai doa.

    Laman: 1 2 3 4 5