Keributan di Tangsel dan Isu SARA di Media yang Meresahkan Warga

”Kejadian kemarin (Minggu malam) sudah buat warga takut. Ditambah di media sosial dan media memberitakan kabar pembubaran ibadah, mengarah ke isu sensitif. Itu semua buat warga jadi takut karena semuanya tidak sesuai. Itu, kan, bahaya, peristiwanya tidak seperti itu,” ujar Mawan.

Menurut Mawan, aktivitas pemuda-pemudi di sejumlah indekos di Kampung Poncol RT 007 kerap menimbulkan keramaian hingga larut malam. Warga merasa terganggu dengan aktivitas yang tidak melihat waktu dan tempat itu.

Sejumlah warga dan pengurus RT pun sudah beberapa kali menegur agar tidak berkumpul ramai-ramai dan beraktivitas hingga larut malam. Namun, teguran itu sering diabaikan.

Tangsel
Pihak kepolisian dan aparatur desa berkomunikasi dengan penghuni indekos di RT 007 RW 002, Kampung Poncol, Kelurahan Babakan, Setu, Kota Tangsel, Senin (6/5/2024) sore. Komunikasi pun berlangsung cair dan suasana kondusif.

Ketua RW 002 Marat mengatakan, warga tidak mempermasalahkan kegiatan ibadah. Hanya, dalam beberapa kegiatan, mahasiswa kerap berkumpul setidaknya 10-20 orang.

”Karena sudah ditegur sekali dua kali sebelum kejadian ini tidak diindahkan. Bukan mengusir (ibadah), tetapi memang sudah malam. (Salah satu warga dan kelompok mahasiswa) Mereka sama-sama sumbu pendek,” kata Marat.

Mawan melanjutkan, warga hanya ingin lingkungan mereka kondusif, aman, dan tenang. Mahasiswa boleh saja beraktivitas asal tidak sampai menimbulkan gangguan di masyarakat.

Hal senada disampaikan oleh Budi Prayitno (32). Peristiwa Minggu malam hingga beredarnya kabar isu SARA membuat keluarganya cemas. Ia berharap tidak ada kejadian serupa dan media massa tidak menyebarkan kabar yang bisa memperkeruh suasana.

”Kami cuma ingin lingkungan aman. Di sini memang banyak kos-kosan, pastinya ramai. Tapi tetap kita saling menjaga, rukun, dan tidak berkonflik. Tidak ada yang melarang beraktivitas, apalagi berdoa. Cuma tetap perlu memperhatikan lingkungan. Kasihan warga, di sini juga banyak anak-anak. Kalau terjadi keributan, apalagi ribut masalah hal sensitif itu, pasti sangat mengganggu. Kita tenang dan damai-damai saja,” tuturnya.

Laman: 1 2 3 4 5 6 7

Ikuti infopertama.com di Google Berita dan WhatsApp Chanel 

 

Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses