Kenangan dalam Perpisahan

Dengan kata lain yang diminta oleh Elisa adalah hal-hal rohani, semangat hidup, sikap dan prilaku yang baik, termasuk kapasitas ilahi untuk melakukan mukjizat seperti yang ada pada Elia. Ini adalah kenangan yang lebih bernilai dan berguna bagi Elisa daripada benda-benda material.

Kenangan Rohani Tidak Hancur

Seperti Elisa, hendaklah kita meninggalkan kenangan rohani apabila kita mengalami perpisahan dengan siapa saja dalam hidup. Kenangan material akan rusak, hancur dan binasa, Kenangan rohani sebaliknya tidak rusak, hancur dan binasa. Kenangan material akan cepat hilang, tetapi kenangan rohani tetap lestari dan bertahan lama dan tahan hancur dalam hidup manusia.

Untuk maksud ini, hendaklah selama hidup bersama kita benar-benar menjadi orang yang baik dan benar dalam sikap dan prilaku, dalam perkataan dan perbuatan. Kita mesti benar-benar menjadi contoh dan teladan dalam hidup. Dengan bahasa Yesus, kita mesti menjadi “garam dunia” dan “terang dunia” (Mat 5: 13-14) dalam hidup di dunia ini.

Selain itu, anak cucu kita atau pelanjut generasi manusia mesti mengalami ‘kesaksian hidup” yang baik dan benar dari orang tua. Anak-anak tidak boleh tinggal jauh atau memisahkan diri dari orang tua. Dengan demikian mereka bisa menyaksikan secara langsung cara hidup orang tua yang baik dan benar. Mereka bisa melihat dan mengenal dari dekat serta belajar dan mengetahui banyak hal yang indah dan menarik pada orang tua mereka.

Melalui dinamika hidup bersama seperti ini, kenangan indah akan menjadi warisan rohani yang bertahan dalam hidup ketika kita pada suatu waktu mengalami perpisahan dengan orang lain. Apabila hal-hal positif, baik dan benar, berguna dan bermanfaat yang kita tinggalkan sebagai kenangan, perpisahan tidak menjadi sebuah peristiwa yang sedih dan menyakitkan. Hal yang membuat perpisahan menjadi beban hidup yang berat adalah sikap dan perilaku yang negatif, perkataan dan perbuatan yang buruk dalam diri dan hidup kita.

Ikuti infopertama.com di Google Berita dan WhatsApp Chanel