Dari ‘visio’ Petrus ini, segala jenis binatang dan burung menjadi karunia pemberian Tuhan untuk dimakan oleh manusia. Tidak ada jenis binatang atau burung yang haram dan tidak tahir. Ketika selesai menciptakan segala sesuatu di dunia ini, “Allah melihat bahwa semuanya itu baik” (Kej 1: 12.17.21.25). Tidak ada ciptaan Tuhan, jenis apa saja yang haram atau najis atau dilarang. Sebaliknya, semua itu, entah hewan atau binatang maupun tumbuh-tumbuhan sangat baik adanya. Semuanya halal, benar dan dibenarkan, semuanya berkenan di mata Allah bagi hidup manusia.
Lebih daripada itu, ketika semua ciptaan Allah itu diberikan dan disediakan untuk ‘disembelih dan dimakan’ oleh manusia, semua itu masuk ke dalam perut. Semua yang masuk dalam perut pada dasarnya enak, baik, halal, bersih. Tidak ada yang haram, busuk, kotor atau najis. Akan tetapi segala sesuatu yang keluar dari dalam perut berbau busuk dan hanya menjadi ‘berak’ yang dibuang di jamban. Tidak ada gunanya lagi, kecuali kalau diolah secara khusus dengan teknologi canggih untuk menjadi pupuk bagi kebun atau ladang milik manusia.
Hati Bisa Najis Pikiran Dapat Haram Tetapi Makanan Selalu Halal
Dalam makna atau nilai positif, Tuhan Yesus dengan amat jelas berkata kepada ‘orang banyak’. “Apa pun dari luar yang masuk ke dalam seseorang, tidak dapat menajiskannya. Tetapi apa yang keluar dari seseorang, itulah yang menajiskannya.” Maka kepada murid-murid-Nya Ia berkata: “Tidak tahukah kamu bahwa segala sesuatu dari luar yang masuk ke dalam seseorang tidak dapat menajiskannya, karena bukan masuk ke dalam hati tetapi ke dalam perutnya, lalu dibuang di jamban’. Dengan demikian Ia menyatakan semua makanan halal. Kata-Nya lagi: ‘Apa yang keluar dari seseorang, itulah yang menajiskannya, sebab dari dalam, dari hati orang, timbul segala pikiran jahat, percabulan, pencurian, pembunuhan, perzinahan, keserakahan, kejahatan, kelicikan, hawa nafsu, iri hati, hujat, kesombongan, kebebalan. Semua hal-hal jahat ini timbul dari dalam dan menajiskan orang” (Mrk 7: 15.19-23).


Ikuti infopertama.com di Google Berita dan WhatsApp Chanel






