Harapan Tak Pernah Boleh Pudar

Selembar Harapan kita tenun dalam iman

Karenanya, harapan itu tak pernah boleh pudar dan dibikin redup. Betapapun kerasnya kehidupan di kefanaan ini. Di alam kenestapaan dan jatuh dalam kegetiran hidup, memang terdengarlah riuh suara ‘gembira bertepuk tangan’ di sisi kiri. Namun, sekeras dan sederas apapun ‘gelak tawa’ dan tepuk tangan di sisi kiri itu, bagaimanapun di sisi kanan, selalu ada ‘tangan-tangan sunyi’ yang menarik kita kembali untuk beharap.

Marilah kita berpasrah dalam iman, bahwa di atas segalanya, “Di dalam Kristus, seluruh cerita setiap kita, mulai saat kelahiran hingga pada kematian, diangkat ke dalam hidup ilahi.”

 

Rasul Paulus berseru penuh peneguhan, “Dalam segalanya kami ditindas, namun tidak terjepit; kami habis akal, namun tidak putus asa; kami dianiaya, namun tidak ditinggalkan sendirian, kami dihempaskan namun tidak binasa” (2Korintus 4:8-9). Tangan Tuhan selalu menyertai…..

Kita tetap percaya pada DIA yang hidup dan menghidupkan harapan di dalam diri dan pada jalan hidup setiap kita. Bahkan dalam derita, dan kematian di SALIB, tetap terpantul harapan penuh berkah. Iya, di dalam DIA dan bersama DIA, sesungguhnya kita tak bakal
mati di dalam hidup…

Verbo Dei Amorem Spiranti

Collegio San Pietro – Roma

Ikuti infopertama.com di Google Berita dan WhatsApp Chanel