Direktorat PPG Revitalisasi Pendidikan Profesi Guru

“Dengan pendekatan tersebut, penyelenggaraan PPG diharapkan semakin terhubung dengan perencanaan kebutuhan guru. Data ABK dan proyeksi guru pensiun menjadi bagian penting untuk melihat kesenjangan antara kebutuhan guru dengan ketersediaan LPTK, bidang studi, dan kapasitas penyelenggaraan PPG di setiap wilayah,” jelasnya.

Kedua, Peningkatan implementasi budaya mutu PPG, dengan fokus penguatan pada lima bidang menuju karakteristik unggul. Pendampingan tidak hanya menyasar pengelola program studi, tetapi juga melibatkan pimpinan UPPS, koordinator bidang studi, dosen pengajar dan DTPS, gugus penjaminan mutu Program Studi PPG, serta guru pamong. Keterlibatan berbagai unsur tersebut diharapkan dapat memperkuat penyelenggaraan PPG secara menyeluruh, mulai dari proses akademik hingga sistem penjaminan mutu.

Penguatan tersebut mencakup optimalisasi pembelajaran mikro (micro teaching/micro counseling) dan Praktik Pengalaman Lapangan (PPL), produktivitas publikasi ilmiah dan karya inovatif, peningkatan kualitas dosen, pembangunan budaya mutu melalui Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI) menuju akreditasi unggul, serta penguatan kurikulum berbasis Outcome-Based Education (OBE).

Direktur Pendidikan Profesi Guru, Dr. Ferry Maulana Putra, S.Pd., M.Ed., dalam sambutannya menyampaikan bahwa revitalisasi PPG menjadi bagian dari upaya memperkuat peran LPTK dalam menyiapkan guru profesional melalui penyelenggaraan pendidikan profesi yang semakin berkualitas, relevan, serta mampu menjawab kebutuhan pendidikan.

Ikuti infopertama.com di Google Berita dan WhatsApp Chanel