Cepat, Lugas dan Berimbang
Berita  

DIA Tak di Sini Lagi….(Non est hic…)

Markus 16:1-8

Vigli Paskah
Sabtu, 30 Maret 2024

Rempah-rempah telah dibeli oleh para perempuan itu. Ada Magdalena, Maria ibu Yakobus dan ada pula Salome. Itulah rempah-rempah Kasih dan perhatian para perempuan itu pada Tuhan. Tak hanya agar Tubuh suci itu tetap terawetkan. Tetapi itulah pula rempah-rempah keharuman cinta, yang senantiasa semerbak bertahan.

Kasih dan perhatian itu jadi tanda bahwa ‘DIA yang dibaringkan’ dalam makam itu, tak pernah mati. Selalu terkenang di ziarah hidup penuh cinta.

Namun, kunjungan ke makam di pagi itu jadi kisah yang mengejutkan. “IA telah bangkit. Si Nazareth YANG TERSALIB itu tak lagi di sini” (cf Mrk 16:6). Itulah suara penuh yakin seorang pemuda berjubah putih.

Yesus sudah beralih. IA tak di situ lagi. Sebab, kegelapan makam tak mampu ‘mengikat dan memasungNya’ lebih lama, apalagi untuk selamanya. Makam, dalam semangat “tak ada di sini lagi,” bukanlah terminal maut yang mengakhiri semuanya. Para Perempuan itu sepantasnya tinggalkan alam makam.

Rempah-rempah pengawetan dan keharuman itu mesti pula beralih jadi gema warta peralihan, Paskah, “Dia tak ada di sini lagi. Dia telah bangkit.”

Wewangian rempah-rempah mesti segera diganti dengan keharuman isi pemakluman: “Jangan takut!…. Pergilah dan katakanlah kepada murid-muridNya dan Petrus, bahwa IA mendahului kamu ke Galilea…” (Mrk 16:7).

DI vigili Paskah, bersama Kristus, Kepala dan Tuhan kita, semuanya mesti beralih. Kegelapan makam dan segala kepekatan hidup bukanlah ‘selamanya milik kita.’ Suara pemuda berjubah putih, “IA telah bangkit dan tak lagi di sini” adalah spirit buat kita untuk segera pula beralih. Bergerak dan berpindah.

Ikuti infopertama.com di Google Berita dan WhatsApp Chanel 

 

PLN