Damai dalam Keluarga

Nasrudin meminjam periuk pada tetangganya. Seminggu kemudian ia mengembalikan periuk itu dengan menyertakan juga periuk kecil di sampingnya.

Tetangga heran dan bertanya tentang periuk kecil itu. “Periukmu sedang hamil waktu kupinjam. Dua hari kemudian ia melahirkan bayinya dengan selamat.” Tetangga menerima periuk itu dengan senang hati dan Nasrudin pun pulang. Beberapa hari kemudian Nasrudin pinjam lagi periuk itu.

Namun kali ini ia pura-pura lupa kembalikan. Tetangga mulai marah dan datang ke rumah Nasrudin. Dengan menangis terseduh-seduh Nasrudin menerima tamunya. “Oh sungguh sial. Takdir telah menentukan bahwa periukmu meninggal di rumahku dan telah kumakamkan.” Tetangga marah. “Ayo, kembalikan periukku, mana ada periuk bisa meninggal dunia!” “Tapi periuk yang bisa beranak, tentu bisa pula meninggal dunia,” jawab Nasrudin {Chairul Akhmad, Internet: republica,co.id, Garut, 2 Juli 2022}.

Kehidupan keluarga tidak hanya terdiri dari sukacita dan tawa ria, tetapi juga ratap tangis dan kesedihan seperti Nasrudin. Semua itu bisa terjadi karena apa saja. Untuk itulah, kita perlu berdoa untuk memohon rahmat kekuatan dari Tuhan bagi kehidupan kita dalam keluarga.

Doaku dan berkat Tuhan
Mgr Hubertus Leteng.

Ikuti infopertama.com di Google Berita dan WhatsApp Chanel