Ditinggal Rawat Ibu di RS, Guru Honorer di Manggarai 4 Kali Kecurian Bibit Porang

Ruteng, infopertama.com – Malang tak dapat ditolak, untung tak dapat diraih. Nasib pilu dialami Marianus Sugianto Wangku, seorang guru honorer sekolah swasta asal Kampung Sambor, Desa Nggalak, Kecamatan Reok Barat, Kabupaten Manggarai. Usahanya untuk mandiri lewat budidaya tanaman porang justru berujung duka setelah bibit porang miliknya raib digondol maling sebanyak empat kali berturut-turut.

Secara keseluruhan, Marianus harus menanggung kerugian hingga 106 kilogram bibit porang. Aksi pencurian terakhir terjadi pada Selasa (20/10/2026), di mana 50 kg bibit umbi porang senilai Rp5 juta—yang setara dengan 50 pohon—raib dari kebunnya.

Nahasnya, pencurian terbaru ini terjadi saat Marianus sedang tidak berada di rumah karena harus mendampingi sang ibu yang tengah dirawat di rumah sakit di Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat.

“Yang terakhir 50 kg hilang pada Selasa kemarin. Nilainya sekitar Rp5 juta, belum termasuk ongkos kerja saya. Barang itu hilang saat saya sedang merawat ibu saya di rumah sakit Labuan Bajo,” ungkap Marianus dengan nada lesu, Rabu (21/10/2026).

Kecurian Beruntun di Mobil Pick Up Hingga Kebun

Kejadian yang dialami Marianus terbilang janggal. Sebelum aksi pencurian di kebun, tiga kejadian sebelumnya justru terjadi di dalam bak mobil pick up miliknya sendiri saat melintasi jalur Pateng, Kecamatan Macang Pacar, Manggarai Barat, menuju rumahnya di Sambor.

Rentetan musibah ini bermula saat Marianus menyimpan 36 kg biji katak porang di dalam mobilnya yang diparkir di kawasan Pateng. Saat sampai di rumah, barang tersebut sudah tidak ada di tempat. Seminggu kemudian, modus serupa kembali terulang di jalur yang sama hingga ia harus kehilangan lagi 15 kg biji katak.

Ikuti infopertama.com di Google Berita dan WhatsApp Chanel