Keterbatasan SDM, Pemkab Manggarai Kewalahan Tangani Trauma Penyintas Gempa NTT

Ruteng, infopertama.com – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Manggarai, Nusa Tenggara Timur (NTT), mengaku kewalahan dalam memberikan layanan pemulihan psikososial bagi masyarakat terdampak gempa bumi yang melanda wilayah tersebut pada Agustus 2026. Keterbatasan tenaga profesional menjadi kendala utama di tengah ribuan warga yang masih bertahan di pengungsian.

Bupati Manggarai, Herybertus Nabit, mengungkapkan bahwa pihaknya belum memiliki sumber daya manusia (SDM) yang memadai untuk menangani dampak psikologis yang dialami para penyintas pascabencana.

“Penanganan trauma kami harus akui tidak punya kemampuan sumber daya di situ,” kata Herybertus di Posko Tanggap Darurat Kabupaten Manggarai, Ruteng, Senin (19/10/2026).

Herybertus menjelaskan, kendati sejumlah perguruan tinggi dan lembaga swadaya masyarakat (LSM) telah turun tangan membantu, layanan pendampingan psikososial yang berjalan saat ini sebagian besar masih berfokus pada anak-anak usia sekolah.

Padahal, dampak psikologis bencana juga dirasakan secara mendalam oleh kelompok dewasa dan lanjut usia (lansia) akibat kehilangan tempat tinggal, tekanan ekonomi, serta hilangnya mata pencaharian.

Lansia Jadi Perhatian Khusus

Pemkab Manggarai memberikan perhatian khusus pada kelompok lansia yang dinilai paling rentan menghadapi masa-masa sulit pascabencana. Menurut Herybertus, penurunan produktivitas fisik lansia memperbesar risiko stres hingga depresi berat.

“Situasi yang lebih rentan lagi dialami oleh kalangan lanjut usia karena mereka sudah tidak bisa lagi produktif dalam bekerja,” ujar Herybertus.

Ikuti infopertama.com di Google Berita dan WhatsApp Chanel