Ditinggal Rawat Ibu di RS, Guru Honorer di Manggarai 4 Kali Kecurian Bibit Porang

Bibit Porang
Marianus Sugianto Wangku, Guru Honorer di Reok Barat yang kemalingan Bibit Porang (Foto: Dok Pribadi)

Aksi nekat pelaku tidak berhenti di situ. Hanya berselang beberapa hari, Marianus kembali mendapati 5 kg biji katak porang miliknya lenyap. Puncaknya terjadi pada Selasa (20/10/2026), saat pelaku tidak lagi menyasar mobil pick up, melainkan nekat menyusup ke area kebunnya di Sambor dan menggondol 50 kg bibit umbi porang yang siap tanam.

“Total sudah 106 kg yang hilang. Kelihatannya pelaku sudah mengintai pergerakan saya,” jelasnya.

Penyambung Hidup dari Gaji Honorer

Bagi Marianus, budidaya porang bukan sekadar hobi, melainkan tumpuan harapan untuk menyambung hidup keluarga di tengah terbatasnya penghasilan sebagai guru honorer.

“Gaji guru honorer tidak cukup. Saya harus tanam porang untuk tambahan hidup keluarga. Saya kumpulkan bibit sedikit demi sedikit dari hasil keringat dan gaji honorer, tapi malah hilang terus. Rasanya hampir putus asa,” keluhnya.

Meski belum resmi melaporkan kasus ini ke pihak kepolisian, Marianus berharap pemerintah desa setempat dan warga di sepanjang jalur Sambor–Pateng dapat meningkatkan kewaspadaan bersama.

“Ini sudah empat kali terjadi. Saya mohon kepada pelaku, kasihanilah kami yang sudah bekerja keras,” pungkasnya.

Maraknya kasus pencurian ini turut memicu keresahan warga Kampung Sambor. Mengingat harga jual porang yang meroket dalam dua tahun terakhir, warga menduga ada keterlibatan oknum atau sindikat spesialis pencuri bibit tanaman yang memanfaatkan kelalaian warga untuk meraup keuntungan instan.

Ikuti infopertama.com di Google Berita dan WhatsApp Chanel