Ruteng, infopertama.com – Pelibatan masyarakat lokal dalam pembangunan fasilitas pendidikan menjadi kunci utama keberhasilan proyek revitalisasi di SMPN 5 Rahong Utara, Kabupaten Manggarai. Proyek senilai Rp1,6 miliar dari APBN 2026 ini resmi dimulai setelah dilakukannya prosesi peletakan batu pertama pada Senin (19/10/2026).
Pekerjaan fisik yang dijalankan secara swakelola melalui Panitia Pembangunan Satuan Pendidikan (P2SP) tersebut diapresiasi langsung oleh Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga (PPO) Kabupaten Manggarai, Wensislaus Sedan. Ia menyambut positif langkah sekolah yang memberdayakan warga setempat sebagai tenaga kerja dan tukang.
“Saya bangga tukang dan tenaga kerja untuk revitalisasi di SMPN 5 Rahong Utara melibatkan warga setempat. Pembangunan sekolah ini tidak bisa diserahkan hanya kepada kepala sekolah dan guru, keterlibatan masyarakat yang dikomandani Ketua Komite sangat-sangat dibutuhkan,” tegas Wensislaus di lokasi kegiatan.
Wensislaus mengingatkan pentingnya menjaga soliditas dan kekompakan, khususnya bagi warga Kampung Muwur, Desa Wae Mantang. Belajar dari pengalaman di lokasi lain, masalah revitalisasi kerap memicu komplain akibat minimnya pelibatan warga lokal hingga persoalan material.
Ia menegaskan, meski pemberdayaan warga lokal diutamakan, aturan teknis serta spesifikasi pengerjaan harus tetap dipatuhi tanpa kompromi demi menjaga kualitas bangunan.
“Kita tidak bisa asal kerja. P2SP bertanggung jawab kepada kepala sekolah, dan kepala sekolah menjadi juru bicara tunggal terkait pembangunan ini agar tidak ada perbedaan pendapat di luar,” imbaunya.
Ikuti infopertama.com di Google Berita dan WhatsApp Chanel












