Tag: Program Revitalisasi Satuan Pendidikan

  • Komisi X DPR RI Soroti Data Kerusakan Sekolah di NTT Tidak Akurat

    Komisi X DPR RI Soroti Data Kerusakan Sekolah di NTT Tidak Akurat

    infopertama.com – Anggota Komisi X DPR RI, Juliyatmono, menyoroti belum sinkron dan belum akuratnya data sarana dan prasarana pendidikan di Nusa Tenggara Timur (NTT), khususnya terkait kondisi kerusakan sekolah.

    Hal tersebut disampaikan Juliyatmono saat kunjungan kerja Komisi X DPR RI ke NTT. Menurutnya, data yang matang dan terverifikasi sangat penting agar program revitalisasi sekolah dapat berjalan tepat sasaran.

    “Provinsi NTT memang datanya perlu disinkronkan, dimatangkan. SD, SMP, SMA, SMK yang rusak berat berapa, rusak sedang berapa, ringan berapa,” ujar Juliyatmono, di Kupang, NTT, Rabu (22/04/2026).

    Ia menegaskan, pemetaan kondisi sekolah berdasarkan tingkat kerusakan menjadi dasar utama dalam menentukan prioritas penanganan maupun alokasi anggaran dari pemerintah pusat.

    “Supaya revitalisasi prioritas, ini kan salah satunya di NTT. Jangan sampai justru ketinggalan,” kata Politisi Fraksi Partai Golkar ini.

    Menurut Juliyatmono, NTT merupakan daerah yang perlu mendapat perhatian khusus dalam pembangunan sektor pendidikan. Karena itu, pemerintah daerah diminta segera menyiapkan basis data yang valid agar dapat bersaing memperoleh porsi bantuan lebih besar.

    “Maka datanya perlu disiapkan dengan matang, dengan kriteria yang pantas supaya jumlahnya lebih besar daripada yang lain. Karena ini provinsi prioritas,” ujarnya.

    Ia juga mendorong pemerintah pusat dan pemerintah daerah untuk memperkuat koordinasi dalam proses pendataan infrastruktur pendidikan, sehingga kebutuhan riil di lapangan dapat terpetakan dengan baik.

    Laman: 1 2

  • 9 SDK Direvitalisasi, Ketua Yasukma Ruteng: Tanggungjawab Bersama demi Masa Depan Anak

    9 SDK Direvitalisasi, Ketua Yasukma Ruteng: Tanggungjawab Bersama demi Masa Depan Anak

    Ruteng, infopertama.com – Ketua Yayasan Persekolahan Sukma (Yapersukma) Pusat, RD Patrick Dharsam Guru, Drs. MA menyampaikan terimakasih atas program Revitalisasi Satuan Pendidikan pada 9 SDK di Manggarai.

    Menurutnya, program Revitalisasi Satuan Pendidikan ini adalah tanggung jawab bersama demi masa depan anak-anak kita.

    Hal itu disampaikan RD Patrick Guru via gawainya kepada infopertama.com, Rabu, 3 September 2025 malam.

    Yayasan Persekolahan Sukma (Yapersukma) Pusat, sebut RD Patrick Guru, menyampaikan terima kasih kepada Pemerintah Republik Indonesia melalui Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, serta Pemerintah Kabupaten Manggarai, atas bantuan revitalisasi untuk 9 Sekolah Dasar Katolik (SDK) di Manggarai.

    “Program ini dilaksanakan dengan sistem swakelola, melibatkan kepala sekolah, bendahara, pengawas, dan kontraktor. Yayasan tidak mengelola dana, namun tetap memantau karena proyek berlangsung di atas tanah Yayasan.” Ujar RD Patrick Guru.

    Ia menambahkan, setelah 120–150 hari, bangunan hasil revitalisasi akan diserahkan menjadi aset Yayasan.

    Sebagai ketua Yayasan, pihaknya mengajak semua pihak bekerja sungguh-sungguh, transparan, dan menjaga mutu.

    “Sebagai lembaga Katolik, kami ingin menunjukkan bahwa proyek ini adalah pelayanan, bukan semata mencari keuntungan. Wajar ada keuntungan, tetapi jangan mengabaikan kualitas bangunan.”

    Sebelumnya, Anggota DPRD Fraksi Partai Demokrat Kabupaten Manggarai, Largus Nala mengapresiasi langkah kordinasi yang dilakukan Yasukma Ruteng dengan Dinas PPO Kabupaten Manggarai.

    Laman: 1 2 3 4

  • Largus Nala Minta Yasukma dan Dinas PPO Perkuat Kordinasi Jemput Program Revitalisasi Sekolah

    Largus Nala Minta Yasukma dan Dinas PPO Perkuat Kordinasi Jemput Program Revitalisasi Sekolah

    Ruteng, infopertama.com – Anggota DPRD Fraksi Partai Demokrat Kabupaten Manggarai, Largus Nala mengapresiasi langkah kordinasi yang dilakukan Yasukma Ruteng dengan Dinas PPO Kabupaten Manggarai.

    Apresiasi itu karena lembaga pendidikan swasta Yasukma Ruteng menjadi sasaran program pusat revitalisasi Satuan pendidikan.

    Demikian Largus Nala, selain sekolah di atas, masih banyak sekolah Katolik di Manggarai yang kondisinya sudah reot. Sekolah tersebut membutuhkan program seperti ini.

    “Saya berharap Dinas PPO bersama Yasukma terus berkoordinasi ke pusat agar Manggarai kembali mendapatkan anggaran Revitalisasi Sekolah Katolik pada tahun 2026.” Ujar anggota DPRD asal Cibal Barat ini via gawainya, Rabu.

    Sebagaimana pemberitaan sebelumnya, Program Revitalisasi Satuan Pendidikan dari pemerintah pusat untuk kabupaten Manggarai tahun 2025 didominasi sekolah dasar Katolik (SDK) yang dikelola Yayasan Persekolahan Umat Katolik (Yapersukma) Ruteng.

    Setidaknya, ada 9 SDK dari total 16 sekolah dasar yang menjadi sasaran program Revitalisasi Satuan Pendidikan untuk memperbaiki infrastruktur pendidikan.

    Tiga di antaranya berada dalam kota Ruteng, total dapat Rp2,8 Miliar.  Masing-masing tiga sekolah itu, yakni SDK Ruteng VI sebesar Rp1.803.443.944, SDK Ka Redong Rp1.095.063.999, dan SDK Kumba I Rp615 juta.

    Lalu Enam sekolah swasta lainya yang diintervensi melalui program revitalisasi sekolah, yakni SDK Wancang, Beo Rahong, Rentung I, Lukup, Wewo, dan SDK Todo II.

    Kepala SDK Kumba I, Saverinus Jemaat, S.Pd kepada media ini, Selasa (2/9/2025) menyampaikan terima kasih kepada pemerintah karena lembaga sekolahnya juga dimendapat perhatian melalui program revitalisasi satuan pendidik tahun 2025. Sekolah itu mendapat anggaran Rp615 juta untuk perbaik sejumlah item infrastruktur.

    Laman: 1 2 3

  • Sasaran Revitalisasi Satuan Pendidikan di Manggarai Didominasi SD Katolik

    Sasaran Revitalisasi Satuan Pendidikan di Manggarai Didominasi SD Katolik

    Ruteng, infopertama.com – Program Revitalisasi Satuan Pendidikan dari pemerintah pusat untuk kabupaten Manggarai tahun 2025 didominasi sekolah dasar Katolik (SDK) yang dikelola Yayasan Persekolahan Umat Katolik (Yapersukma) Ruteng.

    Setidaknya, ada 9 SDK dari total 16 sekolah dasar yang menjadi sasaran program Revitalisasi Satuan Pendidikan untuk memperbaiki infrastruktur pendidikan.

    Tiga di antaranya berada dalam kota Ruteng, total dapat Rp2,8 Miliar. Masing-masing tiga sekolah itu, yakni SDK Ruteng VI sebesar Rp1.803.443.944, SDK Ka Redong Rp1.095.063.999, dan SDK Kumba I Rp615 juta.

    Lalu Enam sekolah swasta lainya yang diintervensi melalui program revitalisasi sekolah, yakni SDK Wancang, Beo Rahong, Rentung I, Lukup, Wewo, dan SDK Todo II.

    Kepala SDK Kumba I, Saverinus Jemaat, S.Pd kepada media ini, Selasa (2/9/2025) menyampaikan terima kasih kepada pemerintah karena lembaga sekolahnya juga dimendapat perhatian melalui program revitalisasi satuan pendidik tahun 2025. Sekolah itu mendapat anggaran Rp615 juta untuk perbaik sejumlah item infrastruktur.

    “Pada program ini, sekolah kami dapat dana Rp615 juta dan diperuntukan rehab tiga ruang kelas, rehab satu unit toilet dengan enam bilik, dan pembangunan dua unit toilet baru masing-masing lima bilik,” ujar Saverinus.

    Ia menyatakan, pelaksanaanya sudah berlangsung dengan pola swakelola. Pekerja melibatkan masyarakat setempat yang berprofesi tukang bangunan. Sementara panitia adalah semua tenaga pendidik dan kependidikan SDK Kumba I, dengan penanggung jawab utama Panitia Pembangunan Satuan Pendidikan (P2SP).

    Laman: 1 2 3